Foto : PT SMART Tbk. (Ist)

2019, Sinar Mas Agro Siapkan Capex Rp 1,1 Triliun

Agrofarm.co.id-PT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk (SMART) menyiapkan belanja modal (capital expenditure/ capex) tahun ini mencapai Rp 1,1 triliun.

Perseroan menganggarkan pengeluaran modal sebesar Rp 1,1 triliun pada tahun 2019, di mana sebagian besar akan digunakan untuk peremajaan tanaman tua dan peningkatan kemampuan pabrik hilir (refinery) untuk dapat menghasilkan produk dengan nilai tambah tinggi.

“Kami gembira melihat pencapaian SMART pada kuartal pertama tahun 2019 di tengah harga pasar CPO yang bergejolak. Model bisnis kami yang terintegrasi, khususnya operasi bisnis hilir telah membantu kinerja Perseroan secara keseluruhan. SMART akan terus memperkuat keunggulan kompetitifnya melalui inovasi yang mutakhir dan praktik yang berkelanjutan,” ungkap Wakil Direktur Utama sekaligus Corporate Secretary PT SMART Tbk Jimmy Pramono dalam keterangan resminya, Kamis (20/6/2019).

Mengenai prospek industri, Jimmy menambahkan bahwa perseroan yakin bahwa minyak kelapa sawit akan tetap merupakan solusi yang logis dan efisien dalam memenuhi peningkatan permintaan minyak dan lemak pangan dunia di tengah ketersediaan lahan tanaman yang terbatas.Permintaan dari sektor energi baik domestik maupun global juga meningkat dengan kompetitifnya harga biodiesel dibanding minyak bumi.

“Kami berharap perkembangan yang lebih positif atas permintaan biodiesel akan terus berlanjut sejalan dengan realisasi mandat biodiesel Indonesia selama kuartal pertama 2019 yang memenuhi target,” jelasnya.

Meskipun dipengaruhi oleh penurunan harga pasar internasional CPO, kinerja SMART pada kuartal I 2019 mengalami perningkatan, didukung oleh tumbuhnya kuantitas penjualan termasuk juga penjualan biodiesel.

Penjualan bersih naik 11% mencapai Rp 9,4 triliun. Laba usaha dan EBITDA juga meningkat menjadi masing-masing Rp 433 miliar dan Rp 795 miliar, sejalan dengan naiknya laba kotor. Hal ini menghasilkan peningkatan laba bersih menjadi sebesar Rp 480 miliar.

Posisi keuangan SMART per 31 Maret 2019 tetap kuat, dengan jumlah aset yang sedikit menurun menjadi Rp 28,4 triliun. Rasio pinjaman bersih terhadap ekuitas tetap berada level sehat yaitu sebesar 0,33 kali. Per 31 Maret 2019, nilai ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tumbuh menjadi Rp 12,7 triliun.

Adapun luas area tertanam Perseroan per 31 Maret 2019 sebesar 137.600 hektare (ha), terdiri dari 106.300 ha area inti dan 31.300 ha area plasma. Dari total area tertanam tersebut, 133.800 hektare merupakan area menghasilkan dan 3.800 hektar merupakan area belum menghasilkan.

Selama kuartal pertama tahun 2019, Perseroan memanen 621 ribu ton tandan buah segar (TBS), lebih tinggi 20% dibandingkan panen kuartal pertama tahun 2018. Hal ini terutama didukung oleh kondisi cuaca yang baik.

TBS tersebut diolah lebih lanjut di 16 pabrik kelapa sawit dengan jumlah kapasitas 4,2 juta ton per tahun. Perseroan memproduksi minyak sawit (CPO) dan inti sawit (PK) masing-masing sebesar 145 ribu ton dan 38 ribu ton pada kuartal yang sama, tumbuh masing-masing 21% dan 28% disbanding kuartal pertama tahun lalu. Tingkat ekstraksi minyak sawit adalah 21,5% sedangkan tingkat ekstraksi inti sawit mencapai 5,6%. Bantolo