Kayu yang memiliki Sertifikat Verifikasi Legalitas Kayu (SVLK). ist

Produk Kayu RI Bukukan Potensi Transaksi USD 5,6 Juta di Jerman

Agrofarm.co.id-Produk kayu Indonesia kembali mengikuti pameran berskala internasional. Kali ini, produk kayu ringan Indonesia mengikuti pameran mebel Interzum yang diadakan di Cologne, Jerman pada 2124 Mei 2019. Pada pameran ini, Indonesia berhasil membukukan potensi transaksi sebesar USD 5,64 juta dari 320 buyer.

Interzum merupakan pameran yang diselenggarakan setiap dua tahun sekali dan menampilkan produk mebel dan desain interior. Tahun ini, Interzum diikuti 1.805 peserta yang berasal dari 60 negara. Selama empat hari pelaksanaan, pameran dikunjungi sekitar 74.000 orang.

“Partisipasi dalam pameran ini merupakan salah satu cara Kementerian Perdagangan dan perwakilan Pemerintah RI di Jerman untuk memperkenalkan produk kayu Indonesia yang sudah menerapkan sertifikasi sistem verifikasi dan legalitas kayu (SVLK) ke pasar Uni Eropa, khususnya Jerman,” ujar Kepala Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) Hamburg Risnawaty dalam siaran persnya, Jumat (31/5/2019).

Pada Interzum 2019, Paviliun Indonesia menampilkan tiga perusahaan yaitu PT. Hasil Albizia Nusantara dengan produk plywood dan blockboard; PT. Pinako Rotari Permai dengan produk trilayer door core, barecore, blockboard, garden tile dan decking; serta PT. Rama Gombong Sejahtera dengan produk barecore, blockboard, plywood, door core, three layer board, LV/LVB dan cross grain face. Selain itu, terdapat satu perusahaan Indonesia yang menjadi peserta pameran secara mandiri yaitu PT. Ateja Tritunggal. Pada pameran ini, Paviliun Indonesia mendapat dukungan dari Atase Perindustrian Brussel dan Import Promotion Desk (IPD) Jerman yang menghadirkan perusahaan binaannya.

Stan di Paviliun Indonesia dibuat dengan mengedepankan desain sarang lebah yang sebelumnya dipakai juga pada pameran Interzum 2017 dan paviliun kayu ringan Indonesia pada pameran Trade Expo Indonesia 2018.

“Desain yang sama sengaja dipakai kembali, dengan harapan dapat menjadi ikon pada pameran ini. Dengan model ini diharapkan bisa membuktikan bahwa kayu pohon Sengon atau jenis kayu ringan lainnya bisa digunakan untuk menahan beban yang berat,” kata Risnawaty.

Risnawaty menambahkan, pada pameran ini juga diadakan kegiatan business reception di stan Paviliun Indonesia yang mengundang buyer dan pada kegiatan tersebut disajikan berbagai makanan khas Indonesia. Kegiatan business reception ini juga mendapat dukungan dari KJRI Frankfurt dan Atase Perdagangan KBRI Berlin.

Selama Pameran, Indonesia juga mempromosikan Trade Expo Indonesia yang akan dihelat pada 1620 Oktober 2019 di Indonesia Convention Exhibition, Bumi Serpong Damai, Tangerang, Banten. Pada kesempatan ini, Indonesia mengundang pengunjung paviliun dan pelaku usaha di Jerman untuk datang ke pameran multiproduk terbesar di Indonesia tersebut.

Berdasarkan data statistik perdagangan, dari Januari hingga Maret 2019 ekspor Indonesia ke Jerman untuk produk kayu lapis (plywood) dengan kode HS 4412 tercatat sebesar USD 10,1 juta, atau naik 16,04 persen dibandingkan periode yang sama di tahun 2018 yang tercatat sebesar USD 8,3 juta.

Sementara total ekspor ke Jerman untuk produk ini tahun 2018 tercatat sebesar USD 33,5 juta atau naik 0,71 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang tercatat sebesar USD 33,3 juta. Dian

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *