Kepala Badan Karantina Pertanian, Ali Jamil dan Walikota Tanjungbalai Asahan, Syahrial saat melepas ekspor komoditas pertanian di Tanjungbalai Asahan/ist

Kelapa Parut Tanjungbalai Asahan Dilepas Kementan ke Eropa

Agrofarm.co.id- Kementerian Pertanian (Kementan) melepas ekspor kelapa parut kering, Desicated Coconut sebanyak 25 ton tujuan negara di Eropa yakni Felixtow dan Inggris.

Kelapa parut dengan nilai ekonomi setara dengan Rp 577 juta milik PT Harvad yang beroperasi di Sumut. Ekspor ini merupakan upaya mendukung pengembangan kelapa secara berkelanjutan. Kelapa merupakan salah satu komoditas unggulan produk pertanian asal Sumatera Utara,

“Alhamdulilah, berkat kerjasama semu pihak terkait ekspor kelapa tidak lagi utuh, namun sudah dalam bentuk olahan, sehingga memberi nilai tambah,” kata Kepala Barantan, Ali Jamil saat melepas ekspor di Kantor Karantina Pertanian Tanjungbalai Asahan dalam keterangan resminya Senin (13/5/2019).

Dan sebagai komoditas wajib periksa karantina sesuai persyaratan negara mitra dagang, kami siap lakukan penjaminan kesehatan dan keamanan komoditas ini dengan menerbitkan surat kesehatan tumbuhan atau phytosanitary certificate (PC), tambah Jamil.

Kepala Karantina Pertanian Tanjungbalai Asahan, Bukhari memaparkan bersamaan dengan pelepasan ekspor kali, melalui wilayah kerjanya juga dilepas ekspor sawit dan turunannya senilai Rp 6,45 miliar masing-masing adalah 234 ton palm kernel stearin milik PT Sintong Abadi dan 495.25 ton milik PT Multimas Nabati Asahan.

Kemudian sapu lidi sejumlah 350 ton atau senilai Rp 1,19 miliar tujuan Pakistan milik PT Ganbaro Putra, Pisang 16 ton, ubi jalar 17 ton, jahe 7 ton, jeruk nipis 4 ton, kayu manis 6 ton atau setara dengan Rp 178,5 juta tujuan Malaysia milik PT Mitra Laut Bahari.

Selain itu, untuk produk hewan dilaporkan berupa eksportasi Domba tujuan Malaysia sebanyak 200 ekor senilai Rp 200 juta milik PT Asia Global dan 450 kg madu senilai Rp 225 juta dengan total ekspor keseluruhan senilai Rp 8,8 miliar.

Bukhari menambahkan, dua produk komoditas unggulan ekspor diwilayah kerjanya masing-masing minyak sawit yang telah diekspor ke beberapa negara yaitu Ukraina, Jordania, Brazil, Benua Asia, Eropa dan Afrika. Disusul kelapa parut yang mana komoditas ini telah diekspor sampai dengan 67 negara tujuan di seluruh dunia.

Kepala Barantan juga meresmikan gedung Laboratorium Karantina Pertanian Tanjung Balai Asahan. “Ini merupakan komitmen Kementan untuk meningkatkan pelayanan publik perkarantinaan, terlebih potensi ekspor andalan yang besar disini. Tidak hanya sarana dan prasarana laboratorium tapi kami siapkan juga SDM yang profesional dan berintegritas,” tegas Jamil.

Walikota Tanjungbalai Asahan, Syahrial yang hadir dan turut melepas ekspor menyampaikan apresiasi kepada Kementan atas pembangunan pertanian diwilayahnya dan juga komitmen Barantan dalam mengawal ekspor komoditas asal Tanjungbalai Asahan yang juga andalan devisa negara.

Kedepan, ia berharap Barantan dapat membantu adanya perluasan akses pasar negara tujuan ekspor dan lakukan pendampingan pemenuhan persyaratan ekspor sehingga dapat bertambahnya jenis komoditas yang dapat merambah dunia. Bantolo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *