Dari kanan ke kiri] Dr. rer. nat Abdul Haris (Dekan FMIPA UI), Y.W. Junardy (President IGCN), Jason Morrison (Head, UN Global Compact CEO Water Mandate), Librian Angraeni (Chair IGCN-Indonesia Water Mandate Working Group), Elim Sritaba (Direktur Sustainability & Stakeholder Engagement, APP Sinar Mas) dan para perwakilan APP Sinar Mas lainnya/ist

Peringati Hari Air Sedunia, APP Sinar Mas dan IGCN Gencarkan Hak Atas Air

Agrofarm.co.id-Lebih dari30juta orang Indonesia, atauhampirsekitar10%penduduk Indonesia,hingga saat inimasihkesulitan untukmendapatkanakses air bersih. Memperingati Hari Air Sedunia, Asia Pulp & Paper (APP)Sinar Mas bekerja sama dengan IndonesiaGlobal Compact Network(IGCN), jaringan lokal dari United Nations Global Compact(UN Global Compact)terus menggalakkanberbagai program dan inisiatifagarpenduduk Indonesiadapat sepenuhnyamemperolehhak atas air bersih.

“Tema Hari Air Sedunia 2019 ini, yaituLeaving No One Behind,menegaskan bahwa setiap warga berhak atasakses terhadapair bersih. Ketersediaan air adalah vital;baik untuk pemenuhan air bersih dan sanitasi sehat bagi masyarakat maupun pelestarian lingkungan. Disamping itu, IGCN juga berupaya untuk mensosialisasikan inisiatif pembuatan biopori untuk meningkatkan kapasitas serapan tanah, sehingga dapat mengurangi defisit air tanah yang dapat berakibat pada turunnya kontur tanah di Jakarta.” kataPresiden IGCN Y.W. Junardydalamseminar yang diselenggarakan IGCN bersama Kantor Perwakilan UNESCO Jakarta hari ini, Senin (22/4/2019).

“Artinya, semua orang harusmemperolehmanfaat dalam setiap langkah pembangunan berkelanjutan. Tak terkecuali masyarakat rentan seperti perempuan, anak-anak, pengungsi,masyarakatadatdan kaum disabilitas,” ujarnya.

“Seminar ini juga bekerja sama dengan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia (FMIPA UI), digelar di Aula Sinar Mas, Gedung Laboratorium Riset Multidisiplin, Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat. Sejalan dengan misi FMIPA UI untuk menjadi fakultas sains unggulan, kami berupaya turut berperan untuk menemukan solusi dan melahirkan inovasi dalam menangani pengelolaan sumber daya air secara berkelanjutan,” jelasDekan FMIPA UI Dr. Rer. Nat Abdul Haris.

Melibatkan lebih dari 100 peserta dari kalangan akademisi, korporasi, NGO, dan asosiasi, seminar ini menyoroti akses air bersih yang masih menjadi permasalahan global, termasuk di Indonesia. Selain keterbatasan akses air minum dan polusi air, isu sanitasi juga menjadi tantangan utama. Sebagai negara dengan populasi terbesar ke-empat di dunia dan terbesar di Asia Tenggara dengan total populasi sebanyak 267 juta jiwa, lebih dari 30 juta jiwa di antaranya tidak memiliki akses terhadap air bersih serta 51 juta jiwa lainnya juga tidak memiliki akses terhadap fasilitas sanitasi yang memadai.

Untuk membantu mengatasi isu terkait air ini, IGCN memiliki kelompok kerja khusus, yakni Indonesia Water Mandate Working Group (IWMWG), yang dipimpin oleh APP Sinar Mas. Beranggotakan komunitas peduli air, lembaga non-profit, maupun korporasi, kelompok kerja ini terus mengupayakan langkah nyata yang langsung melibatkan masyarakat.

“Sebagai pemimpin dari IWMWG, kami selalu menekankan pentingnya kerja sama multi pihak dalam menangani permasalahan air. Hanya dengan kerja sama lintas sektor target SDG 6 tentang air bersih dan sanitasi dapat tercapai,” tuturDirektur Sustainability APP Sinar Mas Elim Sritaba.

Selain itu IWMWG juga aktif melakukan edukasi kepada masyarakat terkait akses terhadap air bersih dan kualitas air. Salah satu yang telah terlibat dan menerima manfaat program edukasi iniadalah masyarakat Pulau Pari, Kepulauan Seribu, DKI Jakarta.

Program yang didukung oleh APP Sinar Mas ini dimulai di tahun 2016 dan mencakup pengenalan teknologi penyimpanan dan pengelolaan air, pengelolaan limbah dan pelatihan sanitasi serta kebersihan kepada masyarakat di Pulau Pari. Dengan adanya program ini, masyarakat Pulau Pari diharapkan dapat meningkatkan kualitas kehidupan mereka sendiri, serta mengedukasi para wisatawan yang berkunjung mengenai penggunaan air yang bijak dan teknik pengurangan limbah.

Program tersebut kemudian dilanjutkan dengan penandatangananLetter of Intentantara UNESCO dan IGCN yang sepakat untuk mengembangkannya ke dalam sebuah program lanjutan,Water Security and Sustainable Living in Indonesias Small Islands & Coastal Areas.

Seminar hari ini juga menjadi momentum peluncuran hasil penelitianWorld Water Development Report(WWDR), yang berisi contoh-contoh kasus tantangan pengelolaan air dan solusinya. Laporan tahunan tematis ini diterbitkan oleh UNESCO dan dikembangkan bersama oleh lembaga-lembaga PBB. MenurutDirector-General UNESCO di Paris Audrey Azoulay, laporan WWDR ini sebagai advokasi kemauan politik internasional terkait air untuk menjangkau mereka yang terpinggirkan dan untuk mengatasi ketidaksetaraan yang ada.

APP Sinar Mas dan IGCN berharap peringatan Hari Air Sedunia dapat menjadi panggilan bagi seluruh elemen masyarakat, untuk bekerja sama mencapai target ketersediaan dan manajemen air yang berkelanjutan bagi seluruh rakyat Indonesia pada tahun 2030. ir/rls

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *