Toto Suharto, General Manager PT Robert Bosch Automotive (tengah) memperlihatkan solusi manajemen tambak AquaEasy dari Bosch kepada pengunjung Indonesia Industry 4.0 Readiness Index INDI 4.0 2019 di ICE BSD Tangerang.

Bosch Rexroth Pamerkan Deretan Teknologi Baru untuk Manufaktur di Ajang INDI 4.0

Agrofarm.co.id-Bosch Rexroth, Divisi Drive and Control dari Bosch, menghadirkan deretan teknologi baru dalam bidang manufaktur terhubung pada ajang INDI 4.0 2019. Pengunjung berkesempatan untuk melihat dan mendapatkan pengalaman mencoba berbagai solusi yang memungkinkan optimalisasi dan fleksibilitas proses manufaktur sehingga lebih efisien dan transparan.

Pasar industri berkembang semakin pesat dengan siklus hidup produk yang kian pendek, fleksibilitas yang lebih tinggi dan waktu pengiriman yang lebih singkat. Pada saat bersamaan, personalisasi barang konsumsi dan pengiriman juga meningkat, ujar Hasbi Lubis, General Manager Bosch Rexroth di Indonesia di, Santika Premier ICE BSD, Senin (15/04/2019).

Sebagai perusahaan pengguna dan penyedia manufaktur terhubung yang terkemuka, Bosch mendukung perusahaan dan pabrik lokal di Indonesia dengan menyediakan solusi otomatisasi lintas-domain, diperkuat dengan kapabilitas dan kompetensi kami yang mencakup beragam industri, mulai dari otomotif, makanan dan minuman, hingga percetakan dan pengemasan, tambah Hasbi.

Banyak perusahaan memiliki beragam visi tentang bagaimana industri 4.0 dapat diimplementasikan pada proses manufaktur mereka saat ini; beberapa bahkan tidak tahu bagaimana memulainya. Peluncuran peta jalan Making Indonesia 4.0 oleh pemerintah Indonesia baru-baru ini semakin meningkatkan permintaan terhadap solusi pabrik terhubung dan proses manufaktur terotomatisasi.

Indeks Kesiapan 4.0 Industri Indonesia (INDI 4.0) menjadi permulaan bagi pemain industri untuk semakin kuat menerapkan konsep i4.0 dalam proses saat ini. Solusi industri 4.0 dari Bosch membantu produsen dan pelaku industri untuk mendapatkan penilaian INDI 4.0 sebagai awal untuk mengimplementasikan peta jalan Making Indonesia 4.0.

Solusi Industri 4.0

Bosch mengenali potensi Industry 4.0 sejak awal. Perusahaan telah mengimplementasikan berbagai proyek industri 4.0 di seluruh dunia dan telah mengalami peningkatan efisiensi dan daya saing. Misalnya, pabrik Bosch di Blaichach, Jerman, memperkenalkan teknologi manufaktur modern yang mampu meningkatkan volume produksi Antilock Braking System (ABS) dan Electronic Stability Programme (ESP) hingga 200 persen selama enam tahun – tanpa memperluas fasilitas atau melakukan akuisisi.

“Dengan pengalaman dan kemampuan selama puluhan tahun serta banyak proyek yang sukses, Bosch adalah mitra yang mampu untuk mendukung dan mewujudkan peta jalan Making Indonesia 4.0′,” lanjut Hasbi.

Sebagai perusahaan penyedia layanan dan teknologi global terkemuka serta pemimpin di bidang IoT, Bosch memperkenalkan ragam solusi IoT terdepan, antara lain: 1) Nexeed PPM, 2) IoT Gateaway and Active Cockpit; serta 3) AquaEasy; 4) Asset Tracing Solution (TRACI); 5) Connected Industrial Sensor Solution (CISS)

Membuat Mesin Terhubung & Pintar

Keunggulan manufaktur terhubung terletak pada kemampuannya dalam menyinergikan data, mesin dan para pekerja dalam lingkungan yang sama – semua dimungkinkan melalui teknologi sensor. Informasi yang dikumpulkan dari sensor dikonsolidasikan melalui Bosch Rexroth IoT Gateway. Perangkat ini menghubungkan dan memonitor sistem keseluruhan dari segenap area produksi, memungkinkan proses analisis data yang terkoordinasi, serta pemantauan kinerja seperti efisiensi mesin dan prediksi waktu henti. Bosch Rexroth IoT Gateway memungkinkan transparansi yang lebih besar dan perbaikan berkelanjutan dalam ekosistem produksi.

Bosch Rexroth IoT Gateway juga terintegrasi dengan lancar tanpa kendala dengan sistem informasi produksi: Active Cockpit. Active Cockpit adalah platform komunikasi berbasis web interaktif yang mendeteksi semua data relevan untuk lini produksi, memperbaruinya secara dinamis dan memvisualisasikannya dengan jelas secara waktu nyata. Ketersediaan semua data yang relevan memungkinkan pengguna untuk mengambil keputusan yang benar lebih cepat dengan upaya minimal.

Teknologi Otomatisasi Cerdas

Bosch Rexroth IoT Gateway dilengkapi perangkat lunak Production Performance Manager (PPM) yang telah terpasang bersama Programmable Logic Control (PLC) dan Input/Output (I/O) analog digital pada mesin. Kombinasi tersebut memberi gambaran bagi pengguna mengenai kondisi terkini dari masing-masing mesin serta status sistem produksi, yang memungkinkan mereka untuk segera bereaksi apabila terjadi penyimpangan dari kondisi standar, sehingga mendukung proses digital dalam upaya peningkatan berkesinambungan.

Seperti diketahui, Bosch telah hadir di Indonesia sejak 1919. Pada Mei 2008, Grup Bosch mendirikan anak usahanya, PT Robert Bosch, di Jakarta dengan lokasi kantor cabang di Surabaya, Medan, Balikpapan, Semarang dan Bali. Pada 2017, Bosch mencatatkan penjualan terkonsolidasi sebesar 1,6 triliun rupiah (104 juta euro). Di Indonesia, perusahaan mempekerjakan sekitar 230 karyawan. Bosch di Indonesia menyediakan berbagai macam produk dan solusi teknologi termasuk komponen, alat diagnostik dan perlengkapan otomotif, solusi hidrolik drive and control, peralatan rumah tangga, power tools, teknologi bangunan, serta solusi pemanasan. ir/nat

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *