Kementerian Perdagangan melalui Atase Perdagangan Washington D.C., ITPC Chicago, dan ITPC Los Angeles berpartisipasi dalam Pameran Global Specialty Coffee Expo (GSCE) 2019 yang berlangsung di Boston Convention and Exhibition Center, Boston, Massachusetts/ist

Kopi Specialty Indonesia Raup Potensi Transaksi USD 26,3 Juta di AS

Agrofarm.co.id-Produk kopi khas dan premium (specialty) Indonesia kembali tampil di pameran Internasional. Kali ini, kopi specialty Indonesia unjuk gigi di pameran Global Specialty Coffee Expo (GSCE) 2019 yang berlangsung di Boston Convention and Exhibition Center, Boston, Massachusetts, Amerika Serikat pada 1114 April 2019.

Saat pameran berlangsung, Indonesia berhasil membukukan transaksi potensial sebesar USD 26,3 juta dan nilai tersebut diprediksi akan terus bertambah, mengingat masih terdapat transaksi yang ditindaklanjuti.

Keikutsertaan Indonesia kali ini merupakan hasil kerja sama Kedutaan Besar RI di Washington DC melalui Atase Perdagangan dan Atase Pertanian dengan Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) Chicago dan ITPC Los Angeles.

“Nilai transaksi pada pameran tahun ini menunjukkan kualitas kopi Indonesia sudah mendapatkan tempat bagi pencinta kopi dunia. Selain itu, citra Indonesia juga harus terus dikembangkan, tidak hanya sebagai produsen dan eksportir biji kopi, namun juga nilai tambah dari kopi itu sendiri,” ujar Atase Perdagangan Washington DC Reza Pahlevi dalam siaran persnya, Kamis (18/4/2019).

Pameran GSCE merupakan tempat berkumpulnya buyer premium kopi specialty di kawasan Amerika Utara dan menjadi acuan bagi tren kopi dunia. Pameran yang diikuti 515 peserta dari 41 negara ini dikunjungi lebih dari 14 ribu pengunjung dan hampir setengahnya merupakan buyer internasional. Tahun sebelumnya, tercatat 79 persen buyer yang datang merupakan buyer yang memiliki otoritas pengambilan keputusan atau yang berwenang dalam memberikan rekomendasi pembelian di perusahaannya, sehingga pameran kopi ini menjadi sangat prospektif.

Pada pameran tahun ini, Paviliun Indonesia menghadirkan kopi specialty yang diusung Asosiasi Kopi Spesialti Indonesia (AKSI), CV Gayo Mandiri, PT Santiang Exports, PT Meukat Komuditi Gayo, PT Perkebunan Nusantara XII, PT Gayo Bedetak Nusantara, Upnormal Coffee Roasters, dan Tentera Coffee Roasters. Selain dari AS, buyers yang bertransaksi di Paviliun Indonesia berasal dari Belanda, Rusia, China, Swiss, Peru, Paraguay, dan Kanada.

Selain itu, Indonesia juga diwakili peserta independen yaitu PT Sulotco Jaya Abadi (Kapal Api Group) yang menampilkan biji kopi hijau dan produk turunan kopi, serta Koperasi Arinagata dari Aceh yang terpilih menjadi salah satu duta perdagangan yang adil.

Sementara kopi yang ditampilkan antara lain sumatra arabica gayo, lintong, solok minang, kerinci, west java preanger, toraja, flores, ciwidey, dan bali. Paviliun Indonesia tidak hanya menampilkan biji kopi hijau, namun beberapa perusahaan juga mengusung merek-merek dengan berbagai varian olahan kopi seperti roasted whole bean, pour over coffee bags, dan single serve pods.

Keikutsertaan Indonesia pada Kompetisi Kopi Dunia

Di sela pameran, lebih dari seratus peserta dari berbagai negara berpartisipasi dalam ajang bergengsi World Coffee Championship yang diadakan di Activities Hall. Kompetisi ini terbagi menjadi dua bagian yaitu World Barista Championship dan World Brewers Cup.

Pada the World Barista Championship, setiap kontestan harus menyiapkan empat kopi espreso, empat minuman berbahan dasar susu, dan empat minuman asli khusus dalam waktu 15 menit. Pada ajang ini, kontestan asal Indonesia yaitu Mikael Jasin dari Common Grounds Coffee Roaster Jakarta berhasil masuk ke putaran final dan meraih juara ke-4.

Sementara ajang World Brewers Cup lebih memusatkan pada seni penyeduhan kopi secara manual. Dalam ajang ini, rasa dan penyajian menjadi penilaian utama para juri. Pada ajang ini, Indonesia diwakili Muhammad Fakhri brewer independen yang merupakan juara Indonesia Brewers Cup 2019.

“Keberhasilan kontestan Indonesia dalam World Coffee Championship menunjukkan penggiat kopi nasional semakin dikenal dan diakui dunia. Diharapkan hal ini dapat mengangkat citra positif kopi Indonesia,” kata Reza.

AS merupakan pangsa pasar yang atraktif bagi eksportir kopi dari seluruh dunia. Menurut laporan National Coffee Data Trends tahun 2019 yang dirilis National Coffee Association (NCA), kopi merupakan minuman yang paling digemari di AS dengan tren konsumen yang semakin memperhatikan aspek kesehatan dan keberlanjutan.

Berdasarkan data US Department of Agriculture (USDA) dan Department of Commerce, AS adalah pengimpor kopi kedua terbesar dunia setelah Uni Eropa. Sedangkan Indonesia berada di urutan ke-6 sebagai negara pengekspor kopi ke AS dengan nilai mencapai USD 290 juta pada tahun 2018 dengan pangsa pasar sebesar 5,2 persen. Dian

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *