Teguh Wahyudi Direktur Utama PT Riset Perkebunan Nusantara (RPN)/ist

RPN Terus Dorong Kemajuan Perkebunan Melalui Inovasi Teknologi

Agrofarm.co.id-PT Riset Perkebunan Nusatara (RPN) terus mendorong kemajuan perkebunan nasional melalui inovasi teknologi yang dihasilkan oleh pusat-pusat penelitian perkebunan.

Hal itu dikatakan oleh Direktur Utama PT RPN Teguh Wahyudi dalam acara Seminar Nasional dengan tema Pupuk dan Mekanisasi di Perkebunan di Hotel Sultan Jakarta.

“Untuk itu, RPN menyelenggarakan seminar nasional. Seminar ini diadakan sebagai jawaban atas tutuntutan kebutuhan informasi serta upaya pelayanan kepada stakeholder perkebunan guna meningkatkan produktivitas dan efisiensi di perkebunan,” jelas Teguh, Kamis (04/4/2019).

Seminar ini akan membahas berbagai aspek pengembangan komoditi perkebunan yang disusun dari perspektif teknologi mekanisasi dan pemupukan serta regulasi kebijakan dari enam komoditi. Diantaranya : kelapa sawit, karet, kopi, kakao, teh dan tebu.

Tidak hanya itu seminar ini turut membahas revolusi industri 4.0. karena kemajuan industri ini dan bioteknologi memberikan peluang atau ancaman sektor perkebunan. “Sehingga pelaku industri perkebunan harus mampu beradaptasi untuk meraih peluang tersebut,” ujar Teguh.

Selain itu, menyuguhkan starup pertanian mengingat pengembangan informasi dan teknologi tumbuh secara cepat dalam beberapa waktu ini.

“Seminar ini diharapkan berfungsi sebagai penyedia teknologi nagi pemangku kepentingan di sektor perkebunan diantaranya pemerintah pusat dan daerah, perusahaan BUMN, petani , swasta dan peneliti,” ungkap Teguh.

Dia menambahkan, peran RPN yang mempunyai pusat-pusat penelitian berbasis komoditas perkebunan dan bioteknologi memang fokus untuk menghasilkan teknologi dan inovasi perkebunan serta menyediakan jasa kepakaran bagi pemangku kepentingan.

“Salah satu stakeholder utama yakni PTPN Holding Group, namun inovasi dan teknologi perkebunan juga dimanfaatkan oleh pemerintah, petani dan sektor swasta,” tandasnya.

Sementara itu, Direktur Keuangan PT. Perkebunan Nusantara (PTPN Holding) Muhammad Yudayat mengatakan saat ini peningkatan produksi komoditas perkebunan kerap sulit tercapai. Apalagi bisnis perkebunan belakangan ini dalam kondisi tidak menentu karena rendahnya harga komoditas.

“Teknologi dan inovasi bisa jadi solusi dari masalah itu. Maka itu jalan utama adalah efisienkan biaya produksi. Dan itu perlu teknologi,” ujar Yudayat. Bantolo

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *