Anak usaha Bumitama Gunajaya Agro, PT Rohul Sawit Industri (RSI) memfasilitasi program replanting sawit KUD Bangkit Usaja Makmur/ist

PT RSI Faasilitasi PSR Petani Desa Bencah Kesuma

Agrofarm.co.id-Para petani di Desa Bencah Kesuma, Kecamatan Kabun, Kabupaten Rokan Hulu, Riau tampak bahagia. Pasalnya, kebun sawit milik petani tersebut berkesempatan ikut dalam program peremajaan sawit rakyat (PSR).

Ini merupakan anugerah bagi masyarakat, karena melakukan peremajaan (replanting) membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Demikian sekilas suasana yang tampak pada acara seremoni kegiatan replanting perdana pada tanggal 4 Desember 2018 lalu.

Tanaman sawit petani di desa Bencah Kesuma ini pada umumnya telah berusia diatas 20 tahun, sehingga dipastikan produktivitasnya menurun. Para petani yang mendapatkan bantuan dana replanting dari Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDP-KS) ini menyambut program ini dengan suka cita.

Lahan seluas 865 hektare (ha) mulai dilakukan replanting dengan total keluarga sebanyak 348 Kepala Keluarga (KK). Tahap pertama dilakukan di atas lahan seluas 447 ha, dimana 36 ha sudah dilakukan penanaman dan sisanya sudah proses Chiping (pencabutan pohon).

Program replanting terbesar di Provinsi Riau ini merupakan bantuan dana dari BPDP-KS yang difasilitasi oleh mitra petani setempat yakni PT Rohul Sawit Industri (RSI), dimana masing-masing keluarga (KK) mendapatkan Rp 25 Juta.

Kemudian, berhubung petani setempat juga memiliki tabungan di koperasinya Rp 10 Juta. Maka dana yang dapat dimaksimalkan oleh setiap petani secara total berjumlah Rp35 juta. Dana tersebut cukup untuk membeli bibit unggul bersertifikat, pembelian pupuk dan lainnya.

Replanting tahap kedua akan dilakukan pada tahun 2019 mendatang. Hal ini terkait dengan ketersediaan bibit yang terbatas dari Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) selaku penyuplai bibit unggul bersertifikat.

Sementara Dinas Perkebunan setempat memfasilitasi Koperasi Bangkit Usaha Makmur (yang menaungi petani) untuk dapat membeli bibit unggul bersertifikat dari PPKS, baik secara jumlah bibit maupun harga. Kemudian dituangkan dalam bentuk Perjanjian Kerjasama (SPK).

Ketua Koperasi Unit Desa (KUD) Bangkit Usaja Makmur Khoirum mengatakan, program PSR seluas 857 ha dilaksanakan dua tahap. Tahap pertama PSR seluas 447 ha, sedangkan pada tahap kedua seluas 410 ha.

“Walaupun pekerjaan peremajaan dibagi dua tahap tapi berlanjut karena kesepakatannya dari mulai land clearing hingga bibit sudah siap,” ujarnya.

Khoirum menuturkan, program PSR dilaksanakan melalui program tumpang sari tanaman jagung seluas 447 ha. “Kami merekomendasikan peremajaan siklus kedua di KUD Bangkit Usaha Makmur bisa tumpang sari tanaman jagung, tujuannya supaya petani mempunyai penghasilan tetap,” jelasnya.

Menurut Khoirum, penanaman perdana siklus kedua tanam sawit KUD Bangkit Usaha Makmur melalui pola swakelola murni merupakan kesepakatan para anggota KUD. Tujuannya untuk meringankan petani agar tidak terbebani. “Diharapkan peremajaan siklus kedua ini, penghasilan petani dapat lebih tinggi daripada siklus pertama, sehingga menyejahterakan anggota KUD,” katanya.

Peresmian kegiatan replanting ini dihadiri oleh Ketua Umum Asosiasi Petani Kelapa Sawit PIR (Aspekpir) Setiyono, BPDP-KS, Bupati Rohul, jajaran Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika) setempat dan masyarakat setempat. Penanaman perdana PSR disaksikan Bupati Rohul Sukiman dan Dinas Petenakan dan Perkebunan Herdianto.

BPDP-KS mengapresiasi program replanting ini karena telah membantu petani untuk mandiri secara swakelola kebunnya.

Bupati Rokan Hulu Sukiman dalam sambutan menyampaikan apresiasi kepada pihak seperti Disbun Rohul, PT RSI, Koperasi dan pihak terkait lainnya dalam program replanting ini. Menurutnya replanting dapat meningkatkan ekonomi daerah.

“Bantuan dana dari BPDP ini meringankan beban petani, apalagi saat ini harga cenderung kurang mendukung,” tambahnya.

Dia berharap dengan tanaman yang baru dan bibit sesuai standar serta bersertifikat dari PPKS ini produktivitas buah yang dihasilkan lebih baik dari tanaman sebelumnya.

Sebagai mitra petani setempat, PT RSI pada program replanting ini memberikan bantuan berupa fasilitas alat berat untuk pembongkaran tanaman, pendampingan agronomi kepada petani setempat, sepert; perawatan, pemupukan, sistem panen, dan rekomendasi riset.

Manager Kemitraan BGA Group Iswandi Ilyas juga berharap produktivitas kebun milik petani plasma ini dapat meningkat lebih tinggi dibanding tanaman sebelumnya. Iswandi berkomitmen untuk membantu petani dalam hal pendampingan secara agronomi.

“Dengan fasilitasi program replanting yang kami lakukan kepada Koperasi Bangkit Usaha Makmur ini diharapkan hasil tanaman mereka lebih produktif dan dengan senang hati membantu pendampingan secara agronomi,” imbau Iswandi disela menyampaikan sambutan.

Selain usaha perkebunan sawit, Koperasi Bangkit Usaha Makmur ini juga memiliki usaha lain diantaranya; Gudang pupuk, alat listrik, warung kelontongan dan bengkel motor. Diharapkan dengan adanya replanting ini, usaha utama koperasi ini (penjualan TBS) makin berkembang dan mampu menunjang pengembangan usaha lain. Adv

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *