Slamet Wuryadi, Ketua Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (P4S) Cilangkap Sub 1 Cikembar, Sukabumi/ist

Prospek Bisnis Puyuh Menjanjikan, Raup Omset Rp 1,2 Miliar per hari

Agrofarm.co.id-Prospek bisnis puyuh di Indonesia sangat menjanjikan. Kebutuhan nasional mencapai 7 juta butir per hari, sedangkan produksi hanya mampu mencukupi sekitar 4 juta butir per hari. Bahkan omset usaha ini tiap hari mencapai Rp 1,2 miliar.

Hal itu diungkapkan Slamet Wuryadi, Ketua Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (P4S) Cilangkap Sub 1 Cikembar, Sukabumi Jawa Barat, Rabu (13/3/2019).

“Ternak puyuh ini adalah bisnis yang berkelanjutan, karena burung puyuhnya terus bertelur setiap hari,” kata Slamet .

Dia mengatakan, hingga saat ini pihaknya belum mampu memenuhi permintaan telur puyuh teruatama Propinsi DKI Jakarta, Banten dan Jawa Barat. “Ketiga daerah tersebut paling banyak permintaan, mencapai 13,5 juta butir telur puyuh per minggu,” katanya.

Untuk itu, dia mendorong pemerintah ntuk membantu pergerakan aktivitas kelompok tani dari segi akses permodalan, bantuan bibit, dan akses pakan yang terjangkau guna menggerakkan sektor ternak puyuh.

Dia menyebutkan, bila dihitung secara ekonomis dan nilai gizi tiga butir telur puyuh seharga Rp 900 sama dengan nilai protein sebutir telur ayam kampung seharga Rp 2.500. “Artinya konsumen juga dapat menikmati keuntungan tersendiri dengan mengkonsumsi telur puyuh dibanding telur ayam,” ujar Slamet.

Bahkan penelitian yang dilakukan Balai Pelatihan Ternak (Balitnak) kandungan kolesterol puyuh hanya 213 miligram(mg) per 100 gram, penelitian UGM 252,75 mili gram per 100 gram dan BPPTP Ristek 318,4 miligram per 100 gram.

“Jadi kalau ada anggapan kolesterolnya tinggi bahkan tidak boleh dikonsumsi, itu salah besar. Karena kolesterolnya paling rendah dibanding telur ayam, bebek dan angsa,” ujarnya

Selain itu, katanya, kandungan protein pada daging puyuh 22,13 persen dan lemak 0,47 persen. Sedangkan telur puyuh mencapai 10,5 persen dan lemak 4,9 persen. “Telur puyuh juga kaya akan kandungan omega 3 dan 6 yang sangat tinggi,” terangnya.

Dokter Hewan dari slamet Quail Farm area Jabodetabek yang juga merupakan anggota tim CSR Indocement, Aris Teguh Wibowo, mengatakan, prospek bisnis puyuh cukup menjanjikan sebab berkelanjutan dan pasarnya cukup terbuka.

Dia menjelaskan, budidaya ternak burung puyuh mulai dari pembibitan, telur, daging, hingga kotoran hewan (kohe) memiliki nilai ekonomi yang tinggi.

Berdasarkan metrik P4S Sub 1 Cikembar, pendapatan rata-rata produksi telur puyuh sehari berkisar 75-80 persen per hari. Dengan produksi harian sekitar 800 butir per hari dengan margin Rp 300, peternak dapat menghasilkan omzet Rp 240 ribu per hari.

Menurutnya, burung puyuh mampu dipelihara hingga 18 bulan lamanya. “Dengan nilai investasi sebanyak Rp 2.250.000 berupa 750 ekor indukan puyuh, dalam waktu 18 bulan para peternak dapat meraup omzet sekitar Rp 22.056.000,” jelasnya. Bantolo

 

One comment

  1. Mohamat safiri

    Tksh atas sharingan info yg sgt berhrga. Kl busa ada alamat no kontak dan kl bisa google maps spy kami dtg belajar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *