Althur Manulang, Commodity Analyst, World Trade Group Cargill Indonesia*, secara simbolis menyerahkan alat masak serta celemek dan tutup kepala kepada perwakilan wali murid SDN No. 104251 Deli Serdang yang tergabung dalam kelompok masak Program Gizi Anak Sekolah (ProGAS)/ist

Cargill Alokasikan USD 500.000 untuk Program Gizi Anak Sekolah (ProGAS)

Agrofarm.co.id-Cargill berkomitmen untuk kembali mendukung peningkatan Program Gizi Anak Sekolah (ProGAS) dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, dengan bantuan senilai USD 500.000 melalui World Food Programme (WFP) PBB.

Kontribusi dari Cargill ini akan membantu WFP dalam memberikan bantuan teknis dan dukungan pembangunan kapasitas kepada ProGAS. Komitmen ini juga mencerminkan kegembiraan Cargill atas hasil positif yang ditunjukkan oleh siswa-siswa sekolah dasar dalam ProGAS periode 2017, diantaranya:

Pertama, konsumsi makanan bergizi seimbang setiap hari meningkat dari 24,7 menjadi 47,7 persen. Kedua, rutinitas sarapan meningkat dari 59,2 menjadi 61,5 persen. Ketiga, pengetahuan mereka tentang gizi meningkat dari 50,6 menjadi 66,1 persen. Keempat, cuci tangan sebelum dan sesudah makan, serta setelah menggunakan toilet meningkat dari 88,1 menjadi 91,7 persen. Kelima, minum air matang di sekolah meningkat dari 15,1 menjadi 35,4 persen.

Hasil di atas juga memberikan kontribusi yang signifikan terhadap pengurangan frekuensi siswa bolos sekolah karena penyakit seperti demam, flu, dan diare.

Menurut Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, akses untuk memperoleh sarapan sehat dan bergizi sangat penting bagi kesehatan dan kapasitas kognitif siswa sekolah dasar. Gizi buruk juga menjadi penyebab masalah kesehatan anak-anak seperti stunting yang mencapai 30,7 persen di Indonesia . Namun sayangnya, sarapan sehat setiap hari masih tergolong mewah bagi banyak anak Indonesia, khususnya yang berasal dari keluarga berpenghasilan rendah.

Khamim, Direktur Pengembangan Sekolah Dasar dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia mengatakan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan meningkatkan cakupan Program Gizi Anak Sekolah (ProGAS) di 39 kabupaten pada tahun 2019.

“Kami mendukung sepenuhnya inisiatif Cargill bersama WFP untuk memperluas program ke daerah dan sekolah lain,” jelas Khamin dalam siaran persnya, Selasa (12/3/2019).

ProGAS, yang diperkenalkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dan didukung secara teknis oleh WFP, bertujuan untuk menciptakan program makanan sekolah rumahan untuk mengatasi masalah gizi dan kebersihan yang lazim ditemukan di kalangan siswa sekolah dasar dari keluarga kurang mampu.

Sejak peluncuran ProGAS pada 2016, Cargill bersama dengan WFP telah membantu lebih dari 100.000 siswa di seluruh Indonesia. Makanan yang disediakan oleh ProGAS disiapkan oleh anggota masyarakat setempat menggunakan bahan-bahan yang bersumber dari petani lokal, dan bertujuan untuk menyediakan setidaknya seperempat dari kebutuhan kalori harian anak.

“Kami sangat termotivasi dengan hasil yang menggembirakan dari implementasi ProGAS dengan WFP pada periode sebelumnya dan percaya bahwa dalam jangka panjang, ProGAS dapat terus berkontribusi secara positif untuk meningkatkan gizi, kesehatan, dan kapasitas anak-anak Indonesia. Komitmen kami untuk ProGAS sangat selaras dengan misi Cargill dalam memberi gizi pada dunia serta membangun rantai pasokan berkelanjutan yang melibatkan masyarakat lokal. Sebagai bagian dari keterlibatan kami dalam ProGAS 2019-2020, Cargill juga akan memperluas cakupan implementasi di beberapa lokasi tambahan sekitar area operasional kami di seluruh negeri,” ungkap Arief Susanto, Country Representative Cargill Indonesia.

Melanjutkan antusiasme terkait ProGAS, Anthea Webb, World Food Programme Representative Indonesia, mengatakan, WFP mengapresiasi dukungan Cargill terhadap misi ProGAS memperluas cakupan ProGAS.

“Dengan kerja sama ini, kami membantu siswa menjadi lebih sehat, lebih pintar, dan lebih kuat,” ujarnya.

Selain menyediakan sarapan yang seimbang dan bergizi untuk anak-anak sekolah dasar, ProGAS juga menciptakan peluang bagi penduduk lokal untuk memperoleh pemasukan tambahan. Petani lokal memiliki kesempatan untuk menjual hasil pertanian mereka ke ProGAS dengan harga yang lebih baik.

Sementara itu, penduduk lokal dapat memperoleh penghasilan hingga Rp 2.000.000 setiap bulan dengan menjadi anggota tim memasak ProGAS, sekaligus mendapat tambahan pengetahuan terkait prinsip-prinsip penting tentang kesehatan, nutrisi, dan persiapan makanan secara higienis. Keberlanjutan komitmen Cargill ini diumumkan di SDN 104251 Deli Serdang, Medan. Bantolo

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *