Bibit karet/ist

Kementan Targetkan Replanting Karet 50.000 Hektar

Agrofarm.co.id- Direktur Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian (Kementan), Kasdi Subagyono menambahkan, instruksi Presiden agar Kementerian Pekerjaan Uumum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menggunakan karet sebagai campuran aspal, secara langsung dan cepat memperbaiki harga yang menjadi solusi konkret bagi petani.

“Saya ke Unit Pengolahan dan Pemasaran Bokar (Bahan Olahan Karet) – UPPB, PU membeli karet ke petani seharga Rp 9 ribu/kg. Kalau ini bisa berlaku nasional luar biasa,” terang Kasdi dalam keterangan resminya, Sabtu (09/3/2019).

Ia berharap penguatan sinergi (penyerapan karet) seperti ini tidak untuk jalan saja. Tetapi juga untuk industri ban yang menguasai 40 persen industri nasional berbahan baku karet, sarung tangan, dan lain-lain.

Sementara untuk menjaga dan meningkatkan produktifitas perkebunan karet, Kementan berencana melakukan replanting (peremajaan) dengan target 50 ribu ha/tahun.

“Ada potensi replanting 750 ribu ha. Ini oleh Pak Menko (Perekonomian) akan dikaitkan dengan industri pengolahan kayu. Jadi nebangi dapat kayunya, terus baru ditanam,” tambahnya.

Saat peremajaan, pihaknya akan mengarahkan agar petani menanam 60 persen karet. Sisanya yg lain boleh kopi ada sayuran, dan lain-lain. Jadi saat menunggu 3,5-4 tahun karet berproduksi ada hasil lain yang bisa langsung didapat.

Upaya-upaya peningkatan konsumsi dalam negeri ini, menurut Kasdi Pemerintah lakukan agar Indonesia tidak bergantung pada pasar internasional. Karena saat ini harga komoditas karet masih kental diatur pasar dunia.

Perkebunan karet terbesar di tanah air memang berada di Provinsi Sumatera Selatan. Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru menyampaikan dari 3,8 jt ha lahan perkebunan, 1,3 jt ha di antaranya merupakan kebun karet.

“Dari jumlah itu 95 persen milik petani rakyat,” kata Herman.

Bagi Herman upaya Pemerintah dalam memperbaiki harga, merupakan kontribusi Pemerintah dalam mengapresiasi kerja petani karet di Sumsel.

Ia memberi contoh, sebagian petani yang tergabung dalam UPPB, harga jual hasil karet petani menjadi jauh lebih baik. Dengan penyuluhan dan bimbingan di UPPB, petani kini menikmati harga yang baik.

“Selama ini (karet) dibekukan dengan tawas dan cuka. Sekarang diarahkan menggunakan asam semut. Sehingga elastisitas karet lebih baik,” jelas Herman.

Untuk membantu petani, Pemerintah Pusat juga membuat kebijakan membantu asam semut. Selain itu ada pula bantuan 800 ribu lebih batang karet dan berbagai macam pupuk. Termasuk juga 14 unit bantuan alat pembuat asap cair, dan alat-alat mesin pertanian lainnya untuk pengolahan karet.

“Terimakasih atas semua bantuan ini. Dengan kedatangan Presiden kami berharap bantuan dapat ditambah agar lebih membantu kesejahteraan petani,” pungkas Herman. Bantolo

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *