Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) Sydney memfasilitasi penandatanganan kontrak kerja antara PT Wangta Agung dari Indonesia dengan Urban Footwear Pty Ltd dari Australia di Kantor ITPC Sydney, Australia/ist

Produsen Alas Kaki Indonesia dan Australia Sepakati Kontrak Kerja Sama Senilai USD 5 Juta

Agrofarm.co.id-Pemerintah Indonesia melalui Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) Sydney memfasilitasi penandatanganan kontrak kerja sama antara produsen alas kaki PT Wangta Agung dari Indonesia dengan Urban Footwear Pty Ltd dari Australia senilai USD 5 juta. Kontrak kerja sama ini akan berlaku selama lima tahun.

Penandatanganan kontrak kerja sama dilakukan Direktur PT. Wangta Agung, Lai Hermanto dan Managing Director Urban Footwear Pty. Ltd, Nik Gauganovski yang disaksikan oleh Konsul Jenderal Republik Indonesia (Konjen RI) Sydney Heru Hertanto Subolo di kantor ITPC Sydney, Australia pada 1 Maret 2019.

“Pemerintah Indonesia sangat mendukung pelaku usaha nasional untuk melakukan penetrasi dan perluasan pasar ke negara lain, khususnya Australia. Sebagai negara tetangga, kedekatan lokasi geografis antara Indonesia dengan Australia dapat meminimalisasi biaya logistik,” kata Kepala ITPC Sydney Agung Haris Setiawan dalam keterangan resminya, Selasa (05/3/2019).

Urban Footwear Pty Ltd merupakan produsen sekaligus importir sepatu di New South Wales, Australia yang memasok sepatu kelas menengah ke seluruh Australia, Selandia Baru, dan negara-negara Kepulauan Pasifik.

PT Wangta Agung mengekspor sepatu ke Australia melalui sistem produk Original Equipment Manufacturer (OEM).

Dengan sistem OEM, PT Wangta Agung memasok produk dengan menggunakan merek dagang perusahaan yang bekerja sama dengan Urban Footwear Pty. Ltd.

“Sistem ekspor ini diharapkan dapat menjadi pintu masuk bagi PT Wangta Agung sebagai pemilik merek alas kaki Ardiles menuju ke pasar Australia, Selandia Baru, dan negara-negara Kepulauan Pasifik,” tandas Agung.

Konjen Heru menambahkan, ITPC Sydney dan Konjen RI Sydney akan selalu membantu kedua perusahaan dalam melakukan ekspor dan impor.

“Diharapkan dalam lima tahun ke depan, nilai kontrak antara kedua perusahaan dapat meningkat seiring dengan semakin banyaknya permintaan pasar Australia atau importir Urban Footwear Pty. Ltd untuk produk sepatu buatan Indonesia di tingkat pengelola toko modern (retailer) di Australia,” pungkasnya.

Berdasarkan data statistik yang sudah diolah Kementerian Perdagangan, ekspor alas kaki periode Januari─September 2018 senilai USD 70 juta. Nilai ini naik 8,58 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2017 yang senilai USD 64 juta. Dian

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *