Harga TBS mulai turun di tingkat petani. (Ist)

India Turunkan BM Minyak Sawit, Harga TBS Petani Merangkak Naik

Agrofarm.co.id-Bursa Derivatif Malaysia merilis adanya kenaikan harga minyak kelapa sawit mentah (CPO) sebesar 0,67 persen ke posisi ringgit Malaysia (RM) sebesar 2.119/ton. Kemungkinan besar, kenaikan ini masih akan berlanjut dari perdagangan menjadi RM 2.105/ton.

Penguatan harga komoditas unggulan Indonesia dan Malaysia ini mencapai kenaikan setelah adanya kabar baik dari New Dehli, India. Kabar baik itu meliputi potongan bea impor minyak sawit mentah. Apalagi mereka sudah memutuskan kesepakatan dengan negara di Asia Tenggara.

India menaikkan bea impor minyak sawit hingga 44 persen dari angka sebelumnya yang hanya 30 persen. Sedangkan bea impor olahan minyak mereka naik dari 40 persen menjadi 55 persen.

Dengan kebijakan ini, para investor bergairah untuk melakukan aksi beli. Pasalnya semakin rendah bea impor maka keuntungan yang didapatkan akan semakin tinggi.

Hal ini juga berdampak positif terhadap kenaikan harga tandan buah segar (TBS) di tingkat petani. Harga TBS petani Provinsi Jambi pada umur tanaman 10 hingga 20 tahun Rp 1.302.38 per kilogram (kg) dan umur 5 tahun Rp 1.135.96 kg.

Moh. Ali Ibrahim Anggota DPP Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) mengatakan harga TBS sawit petani mulai mengalami peningkatan. “Harga TBS petani sudah mulai naik,” ujar Ibrahim, Minggu (30/12/2018).

Sebagaimana diketahui, India merupakan negara dengan jumlah impor minyak kelapa sawit mentah di dunia dengan total importir sebesar 5,44 juta ton. Angka sebanyak itu sebagain besar berasal dari Indonesia. Sedangkan dari Malaysia angkanya hanya sebesar 1,98 juta ton.

Kemudian, sentimen positif juga terjadi dari rivalnya, yaitu minyak kedelai. Tercatat, hingga siang tadi harga minyak kedelai sudah diperdagangkan sebanyak 12.302 lot pada volume 25 ton/lot. Jumlah ini meningkat dari jumlah perdagagan kemarin yang hanya 7.163 lot.

Sekedar diketahui, nilai mata uang ringgit di bursa Malaysia sedang menguat yang akan berdampak pada naiknya harga minyak yang berasal dari sawit. Hal ini yang membuat permintaan olahan sawit sedikit tergerus. Bantolo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *