Petani karet. (Ist)

2019, Sumatera Selatan Targetkan Replanting Karet Rakyat 1.600 Ha

Agrofarm.co.id-Propinsi Sumatera Selatan (Sumsel) terus menggenjot program peremajaan (replating) tanaman karet rakyat. Ini penting guna meningkatkan produktivitas karet dan kesejahteraan petani.

Kepala Dinas Perkebunan Sumsel, Fakhrurrozi mengatakan, secara umum produktivitas komoditas perkebunan Sumsel masih rendah. “Ada beberapa faktor penyebabnya, utamanya tanman sudah tua, benih yang digunakanpetani tidak unggul, kurangnya perawatan dan seragan hama penyakit,” ungkap Fakhrurrozi kepada Agrofarm di kantornya, Jumat (21/12/2018)

Selain itu, katanya, mutu produk komoditas perkebunan yang dihasilkan belum seragam dan kualitasnya masih rendah. Di samping itu, kelembagaan petani belum kuat.

Guna meningkatkan produktivitas perkebunan, pihaknya melakukan bebeapa program yakni peremajaan , intensifikasi dan ekstensifikasi tanaman.

Dia menyebutkan, pada tahun ini saja Dinas Perkebunan Sumsel telah meremajakan tanaman karet rakyat seluas 410 ha yang tersebar di kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Musi Rawas dan Ogan Komering Ilir (OKI).

“Tahun 2019 replanting karet ditargetkan seluas 1.600 hektar (ha). Lokasinya empat kabupaten meliputi Muba, OKI, Musi Rawas dan Muara Enim,” ujar Fakhrurrozi.

Berdasarkan data total luas perkebunan karet Propinsi Sumsel mencapai 1.319.738 ha dan produksinya sebesar 1.053.272 ton.

Menurutnya, rendahnya harga karet mengakibatkan gairah petani merawat tanaman menurun. Ini bakal beralih pada komoditas lain. Untuk itu, pemerintah daerah gencar mengembangkan unit pengolahan dan pemasaran bokar (UPPB) karet.

“UPPB mampu meningkatkan harga karet di tingkat petani. Awalnya dihargai Rp 5.000 per kilogram (kg), sekarang sudah menyentuh Rp 8.900 per kg,” terangnya.

Fakhrurrozi menambahkan, hingga kini sudah ada 177 unit UPPB di Propinsi Sumsel. Untuk memperkuat UPPB, ruang lingkup diperluas tidak hanya pada satu UPPB, namun digabung menjadi satu kecamatan.

“Tahun depan ditargetkan membangun sembilan UPPB di satu kecamatan. Untuk itu, Dinas Perkebunan Sumsel mengalokasikan anggaran mencapai Rp 1,7 miliar,” pungkasnya. Bantolo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *