Harga telur ayam merangkak naik/ist

Dongkrak Harga Telur, Kementan Himbau Peternak Afkir Ayam Tua

Agrofarm.co.id-Guna mendongkrak harga telur di pasaran, Kementan) melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dirjen PKH) meminta agar peternak meningkatkan kualitas telur dengan cara segera afkir ayam yang sudah tua.

Dirjen PKH I Ketut Diarmita menyampaikan beberapa langkah untuk memperbaiki harga telur di tingkat peternak. Pertama, Peternak dihimbau agar meningkatkan kualitas telur dengan cara segera afkir ayam yang sudah tua karena tidak ekonomis dalam pemeliharaannya. Dengan memperbaiki kualitas telur, maka umur simpan bisa lama, sehingga saat harga telur turun, penjualan masih bisa ditahan.

Kedua, Peternak diminta meningkatkan produktifitas telur, sehingga terjadi efisiensi dan para peternak bisa mendapatkan margin yang lebih baik.

“Ketiga, Kementan menghimbau kepada perusahaan Pembibit agar meningkatkan kualitas bibit ayam (day of chicken/DOC), sehingga DOC yang diproduksi dan dijual ke para peternak harus memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI), sedangkan DOC yang tidak memenuhi SNI harus dimusnahkan untuk menjaga kualitas dan tidak merugikan para Peternak,” terang I Ketut dalam keterangan resminya, Sabtu (03/11/2018).

Keempat, peternak dihimbau untuk membangun kebersamaan dengan menguatkan korporasi, sehingga mampu bersaing saat membeli DOC dan pakan, serta menjual telur. Dalam menjaga harga telur bapak Dirjen PKH juga menyarankan agar Koperasi Putra Blitar terus membangun jaringan untuk distribusi telur selain DKI Jakarta untuk kemudian dapat direplikasi ke provinsi-provinsi lain yang membutuhkan telur.

Selain menghadapi masalah harga telur yang sedang turun, peternak ayam layer (petelur) juga menghadapi masalah bahan baku pakan, yaitu jagung. Pakan unggas menduduki porsi 71% dari biaya produksi (survey struktur ongkos usaha peternakan/SOUT, 2017). Peternak mandiri umumnya belum mempunyai manajemen stok (ketersediaan) pakan yang baik untuk mendukung keberlangsungan usahanya.

Dia berharap dimasa datang Bulog dapat terlibat dalam bisnis jagung agar dapat membantu mensuply kebutuhan jagung untuk para peternak rakyat. Pada intinya, kita ingin peternak untung dan masyarakat juga tersenyum karena kebutuhan protein hewani yang berasal dari telur terpenuhi, pungkasnya. Bantolo

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *