Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution saat membuka Musyawarah Nasional Ke-VIII Asosiasi Panel Kayu Indonesia (APKINDO)/ist

Kayu Lapis Diharapkan Jadi Industri Unggulan Indonesia

Agrofarm.co.id-Pemerintah berharap industri kayu lapis dapat kembali menjadi primadona ekspor non migas dan industri unggulan Indonesia. Pada akhirnya industri ini pun dapat turut mendorong ekonomi kerakyatan.

“Saya ingat kejayaan industri kayu lapis di Indonesia, dan kita harus yakin bahwa industri ini dapat dikembangkan lebih pesat dibandingkan sebelumnya,” kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution di Jakarta, Senin (26/11/2018).

Pada periode tahun 1970 hingga 1998, industri kayu lapis sempat berjaya sebagai salah satu sumber devisa negara. Bahkan, pada tahun 1993 nilai ekspornya mencapai 4,6 miliar dollar. Namun demikian seiring berjalannya waktu, performa industri ini terus menurun trennya. Nilai ekspor industri kayu lapis pada tahun 2016 pun tercatat senilai 1,6 miliar dollar AS.

Menurut Darmin, Indonesia yang kaya akan sumber daya alam tentu berpotensi untuk berkompetisi di pasar global, termasuk di industri kayu. Darmin juga berharap optimalisasi kinerja sektor ini dapat direalisasikan dalam waktu yang tidak terlalu lama, mengingat potensi industri ini sudah teruji dapat dikembangkan untuk memberikan kontribusi besar di masa sebelumnya.

“Beberapa hal yang perlu diselesaikan mengenai pengembangan Hutan Tanaman Industri (HTI) perlu dibicarakan lebih lanjut, agar dapat memeratakan kesejahteraan bagi seluruh stakeholder. Saya harap pertemuan ini dapat menyimpulkan solusi-solusi untuk pengembangan sektor ini dan pemerintah sangat terbuka untuk membantu dalam merealisasikan semangat kebangkitan industri ini,” jelas Darmin.

Di sisi lain, Ketua APKINDO Martias memberikan ucapan terima kasih atas dukungan pemerintah selama ini. “Kiranya pemerintah dapat memberikan insentif dan kemudahan bagi pelaku usaha industri kayu lapis,” tambah Martias.

Darmin juga menegaskan pemerintah terus mendorong produk sektor kehutanan agar dapat menjadi instrumen pemerataan ekonomi melalui kebijakan reforma agraria. Hal ini dilakukan secara linear dengan program peremajaan untuk komoditas sawit dan karet, yang kesemuanya dimaksudkan sebagai upaya peningkatan kesejahteraan rakyat. Bantolo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *