Kopi Jeapara khas Indonesia/ist

AEKI : Produksi Kopi Tahun Ini Capai 660.000 Ton

Agrofarm.co.id-Asosiasi Eksportir dan Industri Kopi Indonesia (AEKI) memperkirakan produksi kopi dalam negeri tahun ini mencapai 660.000 ton.

Indonesia harus bangga terhadap kopi Indonesia sudah mengusai pangsa pasar kopi dunia. Kopi Toraja, Mandailing dan Java Preanger masuk lima besar.

“Kita harus bangga bahwa kopi Indonesia masuk lima besar dalam pangsa pasar di dunia, kopi Toraja nomor tiga, Mandailing nomor empat dan Jawa nomor lima,” ujar Wakil Ketua Asosiasi Eksportir dan Industri Kopi Indonesia (AEKI) Pranoto Soenarto.

Dia menyebutkan, harga kopi saat ini lagi bagus. Kopi robusta di tingkat petani tembus Rp20 ribu per kilogram (kg). “Keuntungan petani bisa mencapai Rp30 juta atau Rp 2,5 juta per bulan, maka kehidupan petani semakin sejahtera,” ujar Pranoto.

Sedangkan kopi arabika saat ini cukup tinggi mencapai USD 6-7 per kg. “Petani kopi arabika sekitar 23% sudah sejahtera karena sudah mempunyai mobil dari satu, rumahnya besar dan dapat menyekolahkan anaknya di Universitas,” jelas Pranoto.

Dia meminta petani tidak selalu mengharapkan harga bagus. Yang penting kita perbaiki produktivitas kopi bisa mencapai 1,5 ton per ha. “Dengan peningkatan produktivitas kopi, petani dapat hidup sejahtera,” ujar Pranoto.

Dia memperkirakan produksi kopi tahun ini akan mencapai sekitar 660.000 ton. Ini naik dari produksi tahun sebelumnya yang berkisar 570.000 ton. Menurutnya, kenaikan produksi lantaran cuaca yang baik. Terlebih ada sejumlah wilayah, seperti Bengkulu, yang produktivitas kebunnya bisa mencapai 2 ton per ha.

Pranoto memperkirakan ekspor tahun ini akan meningkat menjadi sekitar 450.000 – 500.000 ton. Sementara, ekspor tahun lalu sekitar ekspor 460.000 – 470.000 ton.

Selain itu, katanya, konsumsi kopi di dalam negeri diperkirakan akan meningkat menjadi sekitar 200.000 ton dibandingkan tahun lalu yang berkisar 170.000 ton.

AEKI mempunyai fungsi membantu petani kopi mengekspor hasil perkebunannya ke manca negara. Selain itu, menjadi mitra dalam tugas asosiasi AEKI untuk membantu upaya Pemerintah dalam meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan petani serta pelaku usaha lain dalam bidang perkopian.

AEKI mempunyai Pusat Penelitian dan Pengembangan Kopi (P3K) di Liwa Lampung. Selain itu, Kontes Kopi Spesialti Indonesia (KKSI). Diawali KKSI 1 tahun 2008 hingga KKSI 9 tahun 2017 dan tahun depan, akan diselenggarakan KKSI 10 di Jogjakarta.

Membentuk Pusat Pelatihan Kopi Indonesia (PPKI) mulai tahun 2015 untuk menggiatkan pelatihan-pelatihan kopi di seluruh Indonesia. Diantaranya pelatihan ekspor kopi, roasting, barista, startup coffee business, cupping dan manual brewing. Bantolo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *