Posko bencana SETAPAK di Palu/ist

SETAPAK Dorong Keterlibatan Masyarakat Untuk Pemulihan Kota Palu

Agrofarm.co.id-Palu adalah Ibukota Provinsi Sulawesi Tengah, Indonesia. Kota Palu merupakan kota lima dimensi yang terdiri atas lembah, lautan, sungai, pegunungan, dan teluk. Dikeliling lautan dan pantai membuat Palu banyak diminati oleh wisatawan domestik maupun mancanegara dimana pada tahun 2015 2016, kunjungan wisatawan nusantara dan asing ke Sulawesi Tengah meningkat menjadi 2.5 juta orang per tahun.

Salah satu obyek wisata yang sangat menarik adalah pantai Talise, tak hanya Pantai Talise di Palu, Sulawesi tengah juga memiliki Pulau Sombori di Kabupaten Morowali. Pantai berpasir putih itu sering jadi pilihan wisatawan domestik dan mancanegara untuk menikmati keindahannya. Namun semua itu, sudah tidak indah lagi, yang ada hanyalah puing-puing reruntuhan, korban bencana dan kesedihan yang masih melanda kota tersebut akibat bencana gempa dan tsunami yang melanda kota Palu dan Donggala beberapa waktu lalu.

Bencana alam tersebut telah menggerakkan hati kelompok masyarakat untuk terjun langsung ke lokasi dan memberikan bantuan kepada para korban.

Dalam rilis yang diterima, Selasa (23/10/2018), SETAPAK bersama mitranya yakni Sikola Mombine di wilayah Palu yang mendorong perempuan turut serta dalam perubahan sosial ini untuk ikut mengulurkan tangannya kepada para korban. SETAPAK tidak hanya fokus pada program tata kelola hutan yang lebih baik tapi juga pada pemulihan kota Palu setelah dilanda musibah gempa dan tsunami. Posko-posko yang dibangun di kota Palu ini menunjukkan bahwa perempuan bisa, tidak hanya menjaga sumber daya alam, tetapi juga membantu memulihkan Kota Palu.

Diketahui, sejak digagas tahun 2011 dengan dukungan UK Climate Change Unit (UKCCU), program Selamatkan Hutan dan Lahan melalui Perbaikan Tata Kelola (SETAPAK) The Asia Foundation meyakini bahwa tata kelola hutan dan lahan yang baik adalah kunci bagi pembangunan sektor hutan yang berkelanjutan yang bertujuan untuk pemerataan kesejahteraan bagi masyarakat desa sekitar hutan serta pelestarian lingkungan. Selain mengurangi emisi gas rumah kaca untuk mitigasi perubahan iklim global, program ini membantu desentralisasi tata kelola hutan dan lahan di Indonesia untuk menjamin transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan, perlindungan dan distribusi manfaat sumber daya alam yang bertujuan untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang adil dan setara. ir/rls

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *