Petani Karet di perkebunan di Riau/ist

SETAPAK Dorong Keterlibatan Masyarakat Terkait Isu Keterbukaan Informasi Publik dan Perhutanan Sosial

Agrofarm.co.id-Riau saat ini merupakan salah satu provinsi terkaya di Indonesia, dan sumber dayanya didominasi oleh sumber alam, terutama minyak bumi, gas alam, karet, kelapa sawit dan perkebunan serat. Tetapi, penebangan hutan yang merajalela telah mengurangi luas hutan secara signifikan, dari 78% pada 1982 menjadi hanya 33% pada 2005.

Dalam Rilis yang diterima, Selasa (2/10/2018), Riska Deby Endah Wulandari, Media RelationPT Fortune Pramana Rancang menyatakan, rata-rata 160,000 hektare hutan habis ditebang setiap tahun, meninggalkan 22%, atau 2,45 juta hektare pada tahun 2009. Deforestasi dengan tujuan pembukaan kebun-kebun kelapa sawit dan produksi kertas telah menyebabkan kabut asap yang sangat mengganggu di provinsi ini selama bertahun-tahun, dan menjalar ke negara-negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura. Terkait hal itu, maka diperlukan usaha-usaha dalam penyelamatan hutan Riau.

Selain itu, isu transparansi anggaran juga masih menjadi polemik di provinsi Riau dimana masih terkendala pada keterbukaan informasi terkait anggaran, dan tata kelola hutan serta lahan. Terkait permasalahan tersebut The Asia Foundation melalui program Selamatkan Hutan dan Lahan Melalui Perbaikan Tata Kelola (SETAPAK) mengajak masyarakat khususnya masyarakat Riau untuk menuntut hak-hak mereka agar dilibatkan dalam seluruh proses penganggaran, mulai dari proses penyusunan, pembahasan, pelaksanaan anggaran sampai pada evaluasinya.

Dengan adanya semangat masyarakat dalam hal mendorong keterbukaan informasi mengantarkan Pemda Kabupaten Pelalawan, Riau untuk berbenah dan membentuk pelayanan terpadu satu pintu (PPID Utama) agar pelayanan akan informasi dapat di akses oleh publik melalui satu pintu di bawah Diskominfo Kabupaten Pelalawan. Program SETAPAK juga mengajak masyarakat untuk memperjuangkan terwujudnya keadilan dan kelestarian pengelolaan hutan di Riau demi kelangsungan tata kelola hutan Riau.

Sejak digagas tahun 2011 dengan dukungan UK Climate Change Unit (UKCCU), program Selamatkan Hutan dan Lahan melalui Perbaikan Tata Kelola (SETAPAK) The Asia Foundation meyakini bahwa tata kelola hutan dan lahan yang baik adalah kunci bagi pembangunan sektor hutan yang berkelanjutan yang bertujuan untuk pemerataan kesejahteraan bagi masyarakat desa sekitar hutan serta pelestarian lingkungan.

Selain mengurangi emisi gas rumah kaca untuk mitigasi perubahan iklim global, program ini membantu desentralisasi tata kelola hutan dan lahan di Indonesia untuk menjamin transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan, perlindungan dan distribusi manfaat sumber daya alam yang bertujuan untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang adil dan setara. ir/rls

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *