Dirjen Perkebunan Kementan Bambang pada acara peringatan Hari Kakao Indonesia yang dilaksanakan di Mall Taman Anggrek Jakarta/ist

Dirjen Perkebunan Ingin Indonesia Jadi Jawara Kakao Dunia

Agrofarm.co.id-Kementerian, pelaku usaha dan industri, pemerintah daerah serta pekebun kakao perlu bersinergi dalam untuk mengembangkan kakao Indonesia agar menjadi negara penghasil kakao nomor satu dunia.

Hal itu diungkapkan Dirjen Perkebunan Kementerian Pertanian (Kementan), Bambang pada acara peringatan Hari Kakao Indonesia yang dilaksanakan di Mall Taman Anggrek Jakarta. Dengan mengusung tema Cokelatku, Budayaku, Indonesiaku.

Hari Kakao Indonesia yang diperingati setiap tanggal 16 September, pada tahun 2018 ini diperingati dengan kehadiran para narasumber seperti Adnan Anwar Saleh (Pemerhati kakao yang juga Mantan Gubernur Sulawesi Barat), Achmad Manggabarani (Ketua Forum Pengembangan Perkebunan Strategus Berkelanjutan), Fay Fay Choo (Asia Director For Cocoa Sustainable Sourcing of Mars Incorporated).

Lebih lanjut Dirjen Perkebunan memyampaikan bahwa Pemerintah serius dalam mengembangkan komoditas kakao. Komitmen pemerintah, selain peningkatan produksi, produktivitas dan mutu kakao nasional, juga bagaimana mendorong kemitraan industri dan petani, tentunya petani kakao dengan kelembagaan yang kuat.

“Terpenting perlu sinergi dalam memperbaiki data produksi kakao kita, selain itu saya mengharapkan peran pemda terutama dalam keseriusan dan komitmen dalam pengembangan kakao di masing-masing daerah,” ujar Bambang dalam keterangan resminya, Kamis (25/10/2018).

Dia berharap, komitmen pemda untuk membentuk organisasi perangkat daerah (OPD) yang membidangi perkebunan di provinsi dan kabupaten.

Bambang menegaskan, kakao rakyat yang luasan kepemilikan 96% lebih ini perlu pembinaan, pengawalan dan pendampingan.

Selain itu, katanya, komitmen perbankan dalam penyaluran kredit, skema KUR seharusnya bisa terus berjalan. Komitmen swasta dalam menciptakan dan memperkuat kemitraan sangatlah penting. Industri harus bermitra dengan petaninya, industri juga harus dipetakan secara nasional sesuai potensi dan binaan petani nya masing-masing daerah.

Menurutnya, pengembangan kakao nasional harus segera direalisasikan dalam bentuk satu komitmen bersama antar stakeholder pusat daerah, pelaku usaha dan petani. Bantolo

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *