Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita/ist

Mendag : Lawan Kampanye Negatif Sawit di Eropa

Agrofarm.co.id-Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita mengajak para produsen minyak kelapa sawit untuk bekerja sama melawan kampanye negatif di berbagai negara khususnya di Uni Eropa.

Hal ini disampaikan Mendag saat menjadi pembicara pada pertemuan Konferensi Minyak Kelapa Sawit Eropa (EPOAC) di Madrid, Spanyol, pada Kamis (4/10). Konferensi yang diinisiasi oleh European Palm Oil Aliance (EPOA) ini mengambil tema How Sustainable Palm Oil Contributes to the UN Sustainable Development Goals.

“Produsen minyak kelapa sawit harus bersatu dan bekerja bersama dalam melawan kampanye negatif. Banyak persepsi keliru tentang sawit yang jika dibiarkan maka sentimen negatif tersebut akan dianggap sebagai kebenaran. Oleh karena itu perlu digencarkan kampanye positif mengenai produk sawit, agar pemberitaan menjadi lebih berimbang dan masyarakat internasional lebih paham peran sawit bagi pembangunan berkelanjutan,” ujar Mendag dalam siaran persnya, Rabu (10/10/2018).

Mendag menginformasikan perkembangan terkini mengenai kebijakan Moratorium Sawit yang ditandatangani Presiden Joko Widodo melalui Inpres No. 8 tanggal 13 September 2018 yang mengatur Penundaan dan Evaluasi Perizinan Perkebunan Kelapa Sawit serta Peningkatan Produktivitas Perkebunan Kelapa Sawit.

Mendag menyampaikan, minyak kelapa sawit bukan komoditas biasa bagi Indonesia. Komoditas ini memainkan peranan penting dalam perekonomian dan menyediakan lapangan kerja untuk mengatasi kemiskinan. Selain itu, industri komoditas ini berfungsi sebagai sumber penghasilan bagi 5,3 juta pekerja, dan memberikan penghidupan bagi 21 juta orang di Indonesia.

“Sejak pertengahan tahun 2000an, ekspor minyak kelapa sawit telah menjadi sumber pendapatan penting bagi Pemerintah untuk mendorong pembangunan ekonomi di Indonesia. Namun, seiring meningkatnya ekspor komoditas ini, meningkat pula kampanye negatif tentang minyak kelapa sawit, terutama di negara-negara maju,” ungkap Mendag.

Selain Mendag, pembicara pada konferasi ini antara lain Menteri Industri Utama Malaysia Teresa Koh Sum Sim, Mantan Presiden Kolombia Alvaro Uribe Velez, dan Plant Production and Protection Officer of The FAO Regional Office for Europe and Central Asia Viliami Fakava.

Pertemuan Bilateral dengan Spanyol dan Malaysia Pada hari yang sama, Mendag juga berkesempatan mengadakan pertemuan bilateral dengan Menteri Perindustrian, Perdagangan, dan Pariwisata Spanyol Maria Reyes Maroto Illera dan pertemuan bilateral dengan Menteri Industri Utama Malaysia Teresa Koh Sum Sim.

Pada pertemuan dengan Menteri Maria Reyes Maroto Illera, dibahas upaya percepatan perundingan Indonesia-European Union Comprehensif Economy Partnership Agreement (IEU-CEPA). Mendag secara khusus meminta dukungan dan kerja sama Spanyol agar beberapa produk ekspor utama Indonesia ke pasar Eropa seperti perikanan, perkebunan dan industri mendapat liberalisasi yang lebih baik di pasar Eropa.

Sementara pada pertemuan bilateral dengan Menteri Industri Utama Malaysia Teresa Koh Sum Sim membahas strategi peningkatan kerja sama negara produsen minyak kelapa sawit (Council of Palm Oil Producing Countries/CPOPC) dalam melawan kampanye negatif anti minyak kelapa sawit.

“Indonesia dan Malaysia akan bekerja sama menyusun strategi dan mengkapanyekan minyak kelapa sawit yang berkelanjutan untuk melawan kampanye negatif,” terang Mendag.

Ekspor minyak kelapa sawit Indonesia ke Uni Eropa pada tahun 2017 tercatat sebesar USD 3,83 miliar naik 35,27 persen dari tahun sebelumnya sebesar USD 2,83 miliar. Sedangkan ekspor komoditas ini ke Spanyol pada tahun 2017 tercatat sebesar USD 1,17 miliar naik signifikan sebesar 98,38 persen dari tahun sebelumnya yang tercatat sebesar USD 795,09 juta. Dian

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *