Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman menyerahkan bantuan bagi korban gempa dan tsunami Donggala – Palu, Sulawesi Tengah di Lapangan Hasanudin Makassar/ist

Aksi Peduli Gempa Tsunami Sulteng, Mentan Serahkan Bantuan Rp25 Miliar dan 500 Truk

Agrofarm.co.id-Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman menyerahkan bantuan bagi korban gempa dan tsunami Donggala Palu, Sulawesi Tengah di Lapangan Hasanudin Makassar. Bantuan senilai Rp 25 miliar berupa bahan pangan pokok, sandang dan berbagai bentuk bantuan lainnya sebanyak 500 truk.

Bukti kepedullian atas warga korban gempa dan tsunami yang tengah diselimuti duka, terkumpul lewat penggalangan bantuan yang diinisiasi Kementerian Pertanian (Kementan), Sahabat Rakyat Indonesia, Pemprov Sulawesi Selatan, dan para Stakeholder Kementan.

“Ini atas arahan Presiden RI Bapak Jokowi agar para Menteri segera turun membantu korban gempa sesuai bidang masing-masint,” kata Amran dalam keterangan resminya, Kamis (4/10/2018).

Lima ratus truk bantuan yang dikirimkan bagi korban gempa dan tsunami, dikoordinasikan melalui seluruh Direktorat dan Badan di lingkungan Kementan. Barang yang terkumpul antara lain terdiri atas perlengkapan tinggal dan bahan makanan seperti minyak goreng, ayam, telur, beras, tenda dan selimut.

“Ini ada korban Yatim Piatu saya meminta kepada perusahaan yg hadir untuk bantu memberi perlengkapan dan kebutuhan sehari-hari,” ajak Amran untuk bersama memberi donasi.

Laporan sementara dari lokasi bencana, para pengungsi masih mengeluh kekurangan bahan kebutuhan pokok seperti makanan dan air. Pengiriman bantuan bahan pangan diharapkan akan memenuhi kebutuhan pengungsi, yang kini menempati lokasi pengungsian darurat.

Kementan juga menjalin kerjasama dengan Sahabat Rakyat Indonesia (SRI), untuk membantu penggalangan dana bantuan dengan membuka Posko Bantuan PEDULI GEMPA & TSUNAMI PALU-DONGGALA-SIGI-SULTENG.

Bantuan Pemulihan Lahan Pertanian

Selain bantuan bahan pangan bagi pengungsi, Kementan juga tengah menyusun langkah rehabiltasi terhadap lahan pertanian yang terkena dampak bencana. Tim khusus diturunkan untuk menghitung luas lahan pertanian di Sulawesi Tengah yang rusak akibat gempa dan tunami.

“Kami melihat kerusakannya seperti apa. Pasti kami beri bantuan melalui APBN, bisa dengan bantuan benih dan mesin pertanian,” kata Amran usai memberi kuliah umum di Universitas Negeri Padang (UNP).”

Sulawesi Tengah merupakan salah satu sentra produksi jagung. Berdasarkan data Kementan, ekspor jagung dari Sulteng sudah dimulai dari Pelabuhan Ampana, Kabupaten Tojo Una-una. Tak hanya itu, ekspor jagung dari Gorontalo juga sebagiannya berasal dari Sulteng, terutama dari Kabupaten Buol.

Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Propinsi Sulteng Trie Iriany Lamakampali sempat menyebutkan, luas tanam dan produksi jagung di Sulteng meningkat terus sejak 2015-2018. Menurutnya, 2018 Sulteng mampu memproduksi jagung sekitar 380.650 ton. Bantolo

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *