Penandatangan Nota Kesepahaman Pembangunan Teaching Farm Universitas Syiah Kuala dilakukan oleh Prof. Dr. Ir. Samsul Rizal, M.Eng, Rektor UNSYIAH dan Anwar Tandiono, Head of Feed Operation Medan & Padang, PT Indojaya Agrinusa. Turut hadir pula Fitri Nursanti, Head of Government Relations JAPFA dan Maria Harfanti, Duta Gizi JAPFA Foundation/ist

JAPFA dan UNSYIAH Bangun Teaching Farm di Aceh

Agrofarm-PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JAPFA) melalui anak usahanya PT Indojaya Agrinusa bekerjasama dengan Universitas Syiah Kuala (UNSYIAH) menginisiasi pembangungan Teaching Farm berlokasi di Gampong Ie Seu Um, Kecamatan Mesjid Raya, Kabupaten Aceh Besar.

Adapun penandatanganan nota kesepahaman di Kampus UNSYIAH, dilakukan oleh Prof. Dr. Ir. Samsul Rizal, M.Eng, Rektor UNSYIAH dan Anwar Tandiono, Head of Feed Operation Medan & Padang, PT Indojaya Agrinusa.

“Kami berharap dengan dibangunnya Teaching Farm berupa kandang ayam broiler ini dapat meningkatkan kualitas pembelajaran dan penelitian bagi mahasiswa dan dosen Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Syiah Kuala,” kata Rachmat Indrajaya Direktur Corporate Affairs JAPFA dalam keterangan resminya, Selasa (04/9/2018).

Rachmat menjelaskan, ada tiga jenis kandang yang akan dibangun. Ketiga jenis kandang yang memiliki teknologi berbeda ini sesuai dengan apa yang ditemukan di lapangan.

Kandang pertama Commercial Farm Closed House dengan ukuran 12 x 75 meter dengan kapasitas 13.000 ekor. Kandang kedua Commercial Farm Open House Panggung dengan ukuran 8 x 75 meter dengan kapasitas 5.000 ekor dan kandang yang terakhir Commercial Farm Open House Postal dengan ukuran 8 x 75 meter dengan kapasitas 3.000 ekor.

Total kapasitas seluruh kandang mencapai 21.000 ribu ekor unggas ditambah dengan peralatan dan perlengkapan laboratorium serta peralatan pendukung kandang lainnya. “Tujuan kami membangun 3 jenis kandang yang berbeda agar mahasiswa nantinya bisa mempelajari manajemen budidaya, biosekuriti dan produktivitas dari masing-masing kandang,” jelas Rachmat.

Teaching Farm akan dibangun diatas lahan milik UNSYIAH di luar kawasan kampus. Anwar menuturkan konsep teaching farm yang ditawarkan JAPFA menjadikan kandang sebagai laboratorium lapang untuk budidaya ayam, para mahasiswa akan belajar bagaimana cara menerapkan sistem dan pola pemeliharan ayam, mengetahui jenis-jenis penyakit dan Bio Security di dalam kandang. Dalam setiap cycle budidaya ayam, mahasiswa diberikan kesempatan untuk melakukan penelitian di lokasi kandang dari berbagai aspek.

“Harapannya dengan hadirnya Teaching Farm ini dapat mensinkronkan kualifikasi kebutuhan tenaga kerja industri perunggasan dengan proses pembelajaran di Fakultas Kedokteran Hewan UNSYIAH,” imbuhnya.

Acara pun dihadiri oleh Wakil Rektor, Dekan, Wakil Dekan, Kepala Dinas Peternakan, Bupati Aceh Besar, Kepala Dinas Peternakan, Kepala Dinas Pertanian, perwakilan manajemen JAPFA, dan tamu undangan lainnya. Pada kesempataan yang sama, diserahkan juga beasiswa bagi mahasiswa S1 dan D3, serta sosialisasi dan tanya jawab pengembangan program kemitraan JAPFA di Aceh.

Tidak berhenti disitu, untuk mengurangi angka kematian DOC yang akan dikirimkan kepada para mitra, saat ini JAPFA sedang membangun 1 Unit Pabrik Hatchery (Penetasan Telur) di Desa Jawie, Kecamatan Seulimum, Kabupaten Aceh Besar dengan menyerap tenaga kerja lokal melalui rekruitmen secara bertahap. “Kedepannya diharapkan, melalui anak usahanya, Indojaya Agrinusa, JAPFA dapat terus mengembangkan bisnisnya di Aceh,” tutup Anwar. Bantolo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *