Deputi Bidang Koordinasi Pangan dan Pertanian Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Musdalifah Machmud membuka acara Indonesia Palm Oil Stakeholder Forum (IPOS Forum) di Medan/ist

Sawit Sumbang Devisa Negara Capai Rp 177 Triliun

Agrofarm.co.id-Deputi Bidang Koordinasi Pangan dan Pertanian Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Musdalifah Machmud menegaskan industri sawit memberikan sumbangsih devisa yang luar biasa. Tahun 2017 mencapai Rp 177 triliun devisa dari sawit, terutama ekspor minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO).

“Dan 16 persen dari Rp 177 triliun itu berasal dari Sumatera Utara. Industri sawit ini juga menyerap lebih 17,5 juta tenaga kerja. Karena itu, sawit ini harus kita dukung bersama-sama,” kata Musdalifah dalam acara Indonesia Palm Oil Stakeholder Forum (IPOS Forum) di Medan, Senin (24/9/2018).

Menurutnya, pemerintah sangat optimis di masa depan sawit akan semakin memberikan pengaruh positif bagi perekonomian nasional. Ia lalu mencontohkan negara China yang menerapkan kebijakan B-5 yang perlahan mampu mendongkrak ekspor CPO Indonesia. India pun saat ini sedang diajak negosiasi untuk menerapkan B-3 atau B-5 untuk kebutuhan dalam negeri.

“Kita masih bernegosiasi dengan mereka soal ini. Sebab, mereka khawatir kalau kebijakan B-3 atau B-5 diterapkam maka itu berdampak pada kenaikan harga CPO yang kita ekspor ke Indonesia. Mereka minta jaminan tidak ada kenaikan harga CPO ketika kebijakan B-3 atau B-5 diterapkan pemerintah India,” ujar Musdalifah.

Wakil Gubernur Sumatera Utara Musa Rajekshah menyebutkan, Pemerintah Provinsi memberikan perhatian yang mendalam terkait industri sawit yang beroperasi di provinsi Sumatera Utara, termasuk menguatkan kemitraan perusahaan sawit dengan petani sawit, antara inti dengan plasma, termasuk melalui kelompok maupun koperasi petani sawit, demi kesejahteraan masyarakat secara umum.

Karena itu, pihaknya juga akan mengupayakan ketersediaan akses petani sawit ke kecambah sawit yang legal dan berkualitas tinggi sehingga kelak memberikan dampak ekonomi yang signifikan. Bantolo