Bambang Dirjen Perkebunan Kementerian Pertanian menyerahkan sertifikat ISPO/ist

Komisi ISPO Sudah Terbitkan 413 Sertifikat ISPO

Agrofarm-Komisi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) hingga Agustus 2018 telah menerbitkan 67 sertifikat. Terdiri atas 65 perusahaan sawit dan 2 Koperasi Unit Desa (KUD) pekebun swadaya.

“Luas tanam perkebunan sawit seluas 235.867 hektare (ha) dengan produksi tandan buah segar (TBS) sebanyak 4,24 juta ton per tahun serta crude palm oil (CPO) CPO 669.888 ton,” kata Ketua Sekretariat Komisi ISPO Azis Hidayat pada acara Penyerahan Serifikat ISPO ke-X di Menara 165 Jakarta, Selasa (18/9/2018).

Sehingga totalnya sampai saat ini mencaoai 413 sertifikat. Meliputi 397 perusahaan sawit, 1 asosiasi pekebun swadaya, 2 KUD pekebun swadaya dan 3 KUD plasma. Sementara itu, total luas total 2.349.317 ha dengan total produksi minyak sawit mentah (CPO) sebesar 10.204.706 ton.

Adapun sertifikat ISPO terbit pertama kali tahun 2013 sampai dengan tahun 2015, jumlah sertifikasi yang diterbitkan kepada 127 perusahaan dengan luas total 999.554,93 ha dan produksi 4.726.631 ton.

Tahun 2016 sebanyak 99 perusahaan sawit dengan luas 569.407,64 ha dengan produksi 2.344.233 ton. tahun 2017 sebanyak 120 perusahaan sawit termasuk 4 pekebun (plasma dan swadaya) dengan luas 545.487,92 ha dengan produksi CPO 2.463.954,25 ton.

Menurutnya, dalam mempercepat mendapatkan sertifikat pihaknya terus meningkatkan pemahaman dan kepedulian perusahaan perkebunan untuk sertifikasi, pemberdayaan pekebun menuju ISPO meningkatkan koordinasi dengan kementerian terkait lainnya.

Bambang Dirjen Perkebunan Kementerian Pertanian (Kementan) menjelaskan, tujuan utama ISPO adalah agar semua pelaku usaha perkebunan kelapa sawit mematuhi peraturan yang berlaku di Indonesia.

“ISPO adalah komitmen negara agar perkebunan kelapa sawit Indonesia dilaksanakan dengan tatakelola yang baik, ramah lingkungan, sesuai peraturan yang berlaku dan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat,” ujar Bambang.

Menurutnya, ini tidak bisa ditawar lantaran menjadi kewajiban bagi pelaku industri sawit untuk menerapkan ISPO. “Ini penting guna membenahi industri sawit, ditengah terpaan kampanye negatif dari Eropa. ISPO diharapkan menjadi senjata ampuh melawan isu negatif sawit,” pungkas Bambang. Bantolo