Sekretaris Jenderal Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Bambang Hendroyono membuka Agrinex Expo 2018/ist

Agrinex Expo 2018 Dibuka oleh Sekjen KLHK

Agrofarm-Agrinex Expo 2018 resmi dibuka oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK),Bambang Hendroyono di Jakarta Convention Center (JCC).

Dengan tema “Social Agroforestry on Millenial Generation Era” Agrinex ke-12 ini menampilkan banyak produk-produk hasil perhutanan sosial yang selama ini sudah diinventarisasi oleh KLHK dari seluruh Indonesia.

“Tema Agrinex kali ini kita harapkan menjadi dorongan kuat bahwa kerja di dalam bidang pertanian sekarang ini juga bisa dilakukan di dalam kawasan hutan,” ujar Bambang di Jakarta, Jumat (07/9/2018).

Bambang juga menjelaskan bahwa dengan tema Social Agroforestry on Millenial Generation Era, diharapkan petani-petani muda yang ada di dalam kawasan hutan bisa semakin berkembang dan produktif.

“KLHK selalu mendorong bagaimana petani ini bisa meningkatkan produktivitasnya, yaitu salah satunya dengan memberikan akses legal pengelolaan hutan baik di Jawa maupun di luar Jawa,” ucapnya.

Sementara itu Rifda Amarina selaku ketua penyelenggara Agrinex menyatakan bahwa Agrinex adalah expo yang sangat lengkap karena selain pameran produk, juga ada talk show pakar atau praktisi dunia agribisnis, serta juga sebagai ajang mengangkat petani-petani dari desa tertinggal yang telah berhasil membangun dan memelihara sistem pertanian di desanya.

“Agrinex bukan sekedar expo, namun ada talkshow, demo peserta, pelatihan, juga ajang memberikan apresiasi kepada petani,” kata Rifda.

Rifda juga menjelaskan bahwa bahwa Agrinex Expo kali ini merupakan yang terakhir diselenggarakan di JCC. “Kedepan kegiatan ini akan dilaksanakan di Taman Buah Mekarsari karena Mekarsari merupakan agro park terbaik di Indonesia, ini akan menjadi ekspo pertama dengan konsep ini,” jelasnya.

Agrinex Expo merupakan pameran agribisnis yang bertujuan menjadikan agribisnis Indonesia menjadi pendorong daya beli masyarakat. Agrinex kali ini diikuti oleh 220 partisipan dari pelaku agrobisnis seluruh Indonesia. Bantolo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *