Mabes Polri bersama Kemendag, menyita 360 ton gula rafinasi yang belum sempat diedarkan/ist

60 Ton Rafinasi Rembes di Masyarakat, Mabes Polri Turun Tangan

Agrofarm.co.id-Sebanyak 60 ribu ton gula rafinasi di duga beredar bebas di masyarakat. Gula itu peruntukannya bagi dunia industri, pembuatan makanan dan minuman. Peredarannya, diduga akibat permainan dokumen oleh oknum pedagang dan perusahaan. Pemalsuan dokument ini dibongkar oleh Kemendag bekerjasama dengan Mabes Polri.

Pabrik ini melakukan sebagaimana mestinya, tapi oknum di pabrik ini ada kerjasama dengan tersangka yang kami tahan sekarang ini, kata Kombes Pol Syahardiantono, Kabagpenum Mabes Polri, saat ditemui di lokasi pabrik PT Permata Dunia Samudera Utama (PDSU), di Kecamatan Ciwandan, Kota Cilegon, Banten, Kamis (20/09/2018).

Dilokasi pabrik ini, Mabes Polri bersama Kemendag, menyita 360 ton gula rafinasi yang belum sempat diedarkan. Pihak kepolisian tengah menyelidiki adanya indikasi permainan dari petinggi PT PDSU, untuk meloloskan kecurangan dokumen. Kemungkinan ada tersangka lain, kami sudah keluarkan surat penangkapan. Inisialnya menyusul, akan kami sampaikan, jelasnya.

Modusnya, menambah jumlah pesanan dari Unit Dagang (UD) I.S dari enam ribu ton, menajdi 60 ribu ton yang telah dilakukan sejak tahun 2016 silam. Setidaknya, beberapa daerah di Pulau Jawa, ditemukan peredarannya, seperti Jogjakarta, Temanggung hingga Purworejo.

Sehingga kami mengejar sampai ke tempat ini, keterangan yang kami dapat dari tersangka, ada kerjasama, tambahnya.

Kisah terungkapnya dugaan pemalsuan dokumen agar gula rafinasi sebanyak 60 ribu ton dapat beredar dipasaran, berawal dari laporan masyarakat ke Kementrian Perdagangan (Kemendag) sekira 2016.

Kemudian, kemendag menggandeng Bareskrim mabes Polri untuk menyelidiki peredaran gula yang seharusnya digunakan untuk industri tersebut. Ada gula rafinasi dijual secara eceran di daerah Jawa, Jogja, Temanggung dan lain-lain. Tim Kemendag turun ke lapangan dan menemukan gula rafinasi, kata Wahyu Hidayat, Direktur Tertib Niaga, Kemendag, saat ditemui di PT Permata Dunia Samudera Utama (PDSU), Kecamatan Ciwandan, Kota Cilegon, Banten.

Rembes dipakai oleh Wahyu untuk mengistilahkan kebocoran gula rafinasi ke masyarakat. Lantaran ada permintaan peningkatan gula rafinasi, dari sebelumnya hanya enam ribu ton, menajdi 60 ribu ton sejak tahun 2016 oleh Unit Dagang (UD) I S, yang dimiliki oleh KPW. Kami mengetahui bahwa ini ada penyalahgunaan mengenai izinnya, terangnya.

Jika adanya dugaan pemalsuan dokumen izin perdagangannya. Maka Kemendag akan menyerahkan seluruhnya ke pihak kepolisian untuk ditangani secara pidana. Lokasi pabrik yang ada di Kota Cilegon, Banten, dengan dengan Pulau Sumatera. Pihaknya mengindikasikan, peredaran gula rafinasi yang di duga dengan memalsukan dokumen, telah beredar di sana.

Kami akan melakukan pengusutan sampai tuntas. Akan diusut terus oleh Bareskrim. Langkah pertama, kami akan membekukan izinnya (UD IS), tambahnya. ir/k6

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *