Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) mendorong para mahasiswa untuk menemukan ide dalam Skema Pendanaan untuk Minyak Sawit Berkelanjutan (Sustainable Financing Business Model)/ist

RSPO Dorong Skema Pendanaan untuk Minyak Sawit Berkelanjutan

Agrofarm– Melalui kompetisi Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) mendorong para mahasiswa untuk menemukan ide dalam Skema Pendanaan untuk Minyak Sawit Berkelanjutan (Sustainable Financing Business Model). RSPO pun telah memilih tiga pemenang dari para peserta mahasiswa yang mengikuti kompetisi Sustainable Financing Business Model.

Kompetisi yang diluncurkan pada tanggal 23 Mei lalu mengajak mahasiswa-mahasiswa Indonesia untuk menyampaikan ide mereka mengenai Keuangan Berkelanjutan yang dapat diadopsi oleh sektor keuangan khususnya di sektor kelapa sawit dan rantai pasokannya.

Sektor keuangan memiliki peran yang penting tidak hanya dalam berkontribusi terhadap komitmen Target Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals / SDGs) Perserikatan Bangsa-Bangsa, tetapi seperti yang telah ditelaah di dalam sebuah penelitian terbaru bahwa perusahaan dengan standar lingkungan, sosial, dan tata kelola yang baik memiliki performa yang lebih baik. Peran penting dari sektor keuangan ini dituangkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di dalam peraturannya di POJK No. 51/2017 terkait Sustainable Financing atau pendanaan yang berkelanjutan.

Tiur Rumondang, Direktur RSPO Indonesia, mengungkapkan, tujuan utama dari kompetisi ini adalah untuk menemukan ide-ide terbaru serta model bisnis yang tepat untuk Sustainable Financing, yang dapat diadopsi oleh perusahaan dan institusi keuangan guna memberikan dukungan lebih bagi perkembangan positif dari industri minyak sawit berkelanjutan di Indonesia.

Selain itu, katanya, dengan posisi Indonesia secara global sebagai produsen terbesar dari minyak sawit berkelanjutan yang bersertifikatkan RSPO.

“Kami melihat begitu pentingnya keterlibatan generasi muda Indonesia di dalam perjalanan keberlanjutan ini. Dimana mereka adalah generasi masa depan yang akan menjadi pemimpin di dalam pembangunan Indonesia yang berkelanjutan,” jelas Tiur di Aloft Hotel, Jakarta, Kamis (16/8/2018).

Kedepannya, program pendanaan berkelanjutan ini diharapkan dapat mengarahkan konsep pendanaan bagi sektor ekonomi yang strategis, yang dapat mendukung pertumbuhan ekonomi secara nasional. Khususnya bagi industri kelapa sawit yang merupakan salah satu contributor terpenting bagi ekonomi Indonesia.

Arief Ghani, perwakilan dari Universitas Prasetya Mulya, yang keluar sebagai pemenang utama dari kompetisi ini, menuturkan, kompetisi ini telah memberikan perspektif baru tentang langkahlangkah yang dapat diambil dalam menyinergikan ilmu bisnis dengan aspek sosial dan lingkungan. “Kami berharap melalui inisiatif ini akan lebih banyak lagi mahasiswa yang terpapar dengan isu-isu yang sangat penting seperti isu berkelanjutan. ” ujarArief.

Dia adalah salah satu dari 6 finalis yang terpilih untuk memaparkan proposal mereka, dimana finalis lainnya berasal dari Universitas Indonesia, Universitas Gadjah Mada, dan Universitas Diponegoro.

Setelah melakukan pemaparan dan sesi tanya jawab dengan perwakilan juri yang berasal dari RSPO, Bank DBS Indonesia, dan BRI Agro, para pemenang dari kompetisi Sustainable Financing Business Model berhasil mendapatkan hadiah total sebesar 50 juta rupiah.

Sebagai bagian dari upaya untuk meningkatkan kesadaran dan diskusi mengenai isu keberlanjutan bagi generasi muda, RSPO juga telah meluncurkan program Youth Leader in Sustainability di tahun 2017 yang bertujuan untuk membentuk sebuah komunitas anak muda yang mendukung konsumsi yang berkelanjutan serta minyak sawit berkelanjutan. Sebanyak 810 mahasiswa dari 58 universitas dari seluruh Indonesia turut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Bantolo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *