Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution menghadiri acara Gathering dan Rountable Discussion Strategi Kebijakan dan Program Pengembangan Kopi Indonesia untuk Merespon Kebutuhan Agroindustri Kopi Global di Hotel Borobudur, Jakarta/ist

Pemerintah Inisiasi Gerakan Peningkatan Produksi dan Mutu Kopi

Agrofarm-Pemerintah mendorong gerakan peningkatan produksi dan mutu kopi nasional yang mensinergikan kemampuan dan langkah seluruh stakeholder dalam program bersama. Sehingga menjadi kekuatan yang besar guna mengatasi permasalahan petani dalam mengakses lahan, teknologi, sarana produksi, modal dan pasar.

Hal itu diakatakan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution dalam Gathering dan Rountable Discussion Strategi Kebijakan dan Program Pengembangan Kopi Indonesia untuk Merespon Kebutuhan Agroindustri Kopi Global di Hotel Borobudur, Jakarta, Rabu (8/8/2018).

Menurutnya, peran pemerintah diperlukan baik sebagai regulator dan fasilitasi program. Seperti program terkait penyediaan lahan, input produksi dan modal finansial. Peran lembaga keuangan perbankan dan non perbankan sebagai penyedia dana, asuransi yang mudah diakses petani.

Sementara peran lembaga riset, perguruan tinggi dan lembaga swadaya masyarakat diperlukan dalam proses menghasilkan dan menstransfer teknologi unggul maupun model kelembagaan petani. “Peran pengusaha dan eksportir berfungsi sebagai mitra petani dalam berusaha,” katanya.

Darmin berharap, gerakan tersebut mampu meningkatkan daya saing kopi Indonesia serta meningkatkan efektifitas dan efisiensi perbaikan agroindustry kopi. Baik di hulu, on farm dan hilir maupun di pemasaran.

Selain itu, gerakan ini mampu menjangkau lebih banyak petani dalam waktu yang lebih cepat. “Peningkatan produksi dan mutu kopi nasional juga mempunyai arti yang sangat strategis dalam kondisi perkopian dunia yang terus deficit beberapa tahun terakhir,” tuturnya.

Untuk itu, lanjutnya, dalam mengimplementasikan gerakan ini diperlukan penghimpunan dana yang dikelola oleh badan khusus (Badan Pengelola Dana Perkebunan/BPDP Kopi) sebagaimana dilakukan pada komoditas kelapa sawit.

Menurutnya, Badan ini bertugas melakukan penghimpunan dana guna mendukung kegiatan penelitian dan pengembangan dari aspek hulu hingga hilir, pemberdayaan perkebunan dan industri kopi yang saling bersinergi dan berkelanjutan.

“Ke depan Dewan Kopi Indonesia diharapkan akan lebih aktif dalam merumuskan dan mengawal program nasional ini,” ujar Darmin. Bantolo

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *