Wulan Suling, Head of Corporate Communications, Sinar Mas Agribusiness and Food (kiri)/ban

Ini Dia Capain Sinar Mas dalam Produksi Minyak Sawit Berkelanjutan

Agrofarm-Sinar Mas Agribusiness and Food percaya bahwa perkembangan ekonomi harus berjalan beriringan dengan kelestarian lingkungan. Sejak tahun 1997 perusahaan mengeluarkan kebijakan terkait produksi minyak sawit keberlanjutan (ustainability).

“Ini dibuktikan dengan menjadi perusahan sawit pertama yang membuat kebijakan pembukaan lahan tanpa bakar (zero burning),” ujar Wulan Suling, Head of Corporate Communications, Sinar Mas Agribusiness and Food dalam acara Media Briefing di Jakarta, Senin (31/7/2018).

Dia menambahkan, pada tahun 2010 perusahaan juga mengeluarkan kebijakan pelarangan pengembangan tanaman sawit di lahan gambut. Kedua kebijkaan ini menjadi kunci dalam upaya mencegah kebakaran hutan dan lahan, jelasnya.

Tahun 2011, GAR juga menjadi perusahaan pertama di industri sawit yang menerapkan kebijakan konservasi hutan. selain itu perusahaan fokus pada kebijakan peningkatan produktivitas sawit.

Pada sektor hilir, perusahaan mengeluarkan inisiatif kebijakan kemamputelusuran 100% ke pabrik kelapa sawit (PKS) pada tahun 2015. “Ini merupakan cikal bakal kemamputelusuran atau traceability di perusahaan kami,” ujar Wulan.

Dia menyatakan, pada tahun 2017 akhir perusahaan berhasil mencapai 100% Traceability to the Plantation (TTP) untuk pabrik-pabrik milik perusahaan. “Semua PKS yang dimiliki oleh perusahaan sudah dapat ditelusuri 100% hingga ke perkebunan,” jelasnya.

Pada April 2017, lanjutnya, perusahaan meluncurkan bahan tanaman kelapa sawit baru yakni benih klonal Eka 1 fan Eka 2. “Benih unggul sawit ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas tiga kali dari rata-rata produktivitas minyak sawit nasional,” tuturnya.

Pada tahun 2017, GAR menjadi anggota Dow Jones Sustainability Indicies (DJSI), indeks keberlanjutan global yang sudah ada sejak lama dan paling diakui dalam mengukur kinerja lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG) perusahaan (diluncurkan tahun 1999).

“Menjadi satu-satunya perusahaan sawit Asia Tenggara yang termasuk dalam sektor Makanan, Minuman, dan Tembakau pada indeks DJSI Asia-Pasifik berdasarkan pencapaian keberlanjutan di tahun 2017,” katanya.

GAR adalah satu dari hanya lima perusahaan Singapura yang terdaftar dalam indeks ini. Selain itu, Perusahaan juga terlibat dalam upaya pengungkapan informasi lainnya seperti Carbon Disclosure Project (CDP), SPOTT (pada slide berikutnya), dan terdaftar dalam Indeks Keberlanjutan SGX.

Adapun Sinar Mas Agribusiness and Food merupakan produsen kelapa sawit terbesar di Indonesia dengan luas lahan mencapai 500.000 hektar. Di sektor hulu mempunyai 172 unit kebun yang tersebar dari wilayah Sumatera, Kalimantan dan Papua.

Sedangkan perusahaan memiliki 46 pabrik kelapa sawit (PKS). Pasar ekspor utama perseroan yakni India, Indonesia,China dan Uni Eropa. Bantolo