Penyerapan biodiesel. (Ist)

PASPI : Pemakain B20 Ke Sektor Non PSO Tekan Defisit Perdagangan

Agrofarm-Dalam hasil kajian Palm Oil Agribusiness Strategic Policy Institute (PASPI) menyatakan perluasan penggunaan biodiesel 20 persen (B20) ke sektor Non PSO tekan defisit perdagangan.

Dalam tiga tahun terakhir harga minyak mentah dunia merangkak naik. Pada akhir tahun 2016 lalu, harga minyak mentah (U.K Brent) masih sekitar USD 37 per barrel, meningkat lebih dari dua kali lipat yakni menjadi sekitar USD 76 pada akhir bulan Mei 2018.

Kenaikan harga minyak mentah tersebut juga menggerek naik harga solar dunia. Pada bulan Desember 2016 harga solar masih sekitar USD 0.43 per liter, akhir bulan Desember 2017 naik menjadi USD 0.51. Pada akhir bulan Mei 2018 saja, harga solar dunia telah bertengger pada level USD 0,58. Tidak tertutup kemungkinan harga solar dunia akan menembus level USD 0,6 per liter pada akhir tahun.

Ketergantungan pada impor BBM dan disertai oleh meningkatnya harga BBM di pasar dunia tersebut, membuat defisit perdagangan migas makin membengkak. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa neraca perdagangan migas tahun 2016 masih mengalami defisit sekitar USD 5.6 miliar. Pada tahun 2017 defisit neraca perdagangan migas makin membengkak menjadi USD 8.6 miliar atau naik sekitar 53 persen dibandingkan defisit tahun 2016.

Defisit perdagangan migas ini tampaknya masih meningkat pada tahun 2018 ini. Selama 5 bulan pertama yakni bulan Januari- Mei 2018 saja, defisit neraca migas telah mencapai USD 5.03 miliar atau meningkat sekitar 36 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2017. Defisit migas ini telah menguras cadangan devisa.

Sementara menurut laporan Bank Indonesia, cadangan devisa telah berkurang dari sekitar USD 130,2 miliar akhir bulan Desember 2017 menjadi USD 119,8 milliar pada akhir bulan Mei 2018. Sekitar USD 10 milliar cadangan devisa tergerus hanya dalam waktu 5 bulan.

Jika tidak dilakukan langkah-langkah strategis dan segera yang dapat mengurangi impor migas, defisit migas tersebut dapat mencapai sekitar USD 12 miliar pada akhir tahun. Bila hal ini terjadi, bakal menggerus cadangan devisa yang lebih besar lagi.

Untuk mengurangi defisit migas dalam jangka pendek, memang tidak banyak pilihan-pilihan kebijakan yang tersedia bagi pemerintah. Barangkali, kebijakan yang tersedia saat ini adalah memperluas kebijakan mandatori biodiesel yang telah dijalankan pemerintah selama ini.

Kebijakan mandatori biodiesel B20 telah berhasil dilakukan pemerintah pada tahun 2017 lalu. Sekitar 20 persen konsumsi solar subsidi (PSO) telah digantikan oleh biodiesel yang dihasilkan dari dalam negeri.

“Meskipun mandatori biodiesel B20 masih terbatas pada segmen konsumsi solar subsidi yang porsinya sekitar 50 persen dari total konsumsi solar nasional, telah mampu menghemat sekitar 2,6 juta kilo liter (KL) impor solar nasional,” bunyi laporan PASPI dikutip, Senin (30/7/2018).

Untuk mengurangi defisit migas yang lebih besar, kebijakan B20 tersebut perlu diperluas ke segmen solar industri (non PSO) yang volumenya juga sekitar 50 persen dari konsumsi total solar nasional. Berbeda dengan konsumen solar PSO yakni sektor transportasi publik, segmen konsumen solar non PSO ini merupakan konsumen mampu/kaya sehingga mandatori B20 bahkan B30 akan mudah dilakukan tanpa harus dengan subsidi.

“Perluasan mandatori biodiesel tersebut sangat layak dilakukan saat ini. Kebutuhan solar nasional tahun 2018 ini diperkirakan sekitar 38 juta KL Jika kebijakan B20 dilaksanakan baik PSO maupun non PSO, biodiesel yang dibutuhkan hanya sekitar 7.6 juta KL,” bunyi hasil laporan itu.

Kebutuhan biodiesel tersebut masih dapat pasok dari kilang-kilang biodiesel domestik yang saat ini memiliki kapasitas sekitar 12 juta KL. Bahan baku biodiesel juga tersedia lebih dari cukup dari dalam negeri, karena hanya sekitar 20 persen dari 42 juta ton produksi minyak sawit nasional tahun 2018 ini.

Jika perluasan B20 tersebut dilaksanakan pemerintah, akan dapat menghemat sekitar 7.6 juta k.l impor solar atau menghemat devisa untuk impor solar sekitar USD 4.5 miliar. Selain itu, perluasan B20 juga menghemat emisi karbon yang juga menjadi salah satu target pemerintah di sektor Lingkungan Hidup.

Manfaat yang tak kalah pentingnya, perluasan mandatori biodiesel tersebut akan memperbesar daya serap minyak sawit dalam negeri. Harga minyak sawit dunia yang sedang rendah saat ini, diperlukan peningkatan penyerapan minyak sawit dalam negeri untuk mendongkrak harga buah sawit rakyat yang tersebar pada 200 kabupaten.. Bantolo