Rino Afrino, Wakil Sekjen Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (APKASINDO)/ist

APKASINDO : Target Peremajaan Sawit Rakyat Terancam Gagal

Agrofarm-Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (APKASINDO) menilai target program peremajaan sawit rakyat (PSR) tahun ini seluas 185.000 hektar (ha) terancam gagal.

Berdasarkan data, target replanting (peremajaan tanaman) sawit seluas 205.000 ha, terdiri tahun lalu sekitar 20.000 ha dan tahun ini 185.0000 ha.

Sedangkan dana yang sudah disalurkan oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDP-KS) kepada bank penyalur hanya mencapai 9.200 ha (4,5%) dan yang sudah diserap dananya oleh petani hanya mencapai 1.100 ha (0,5%).

“Para petani peserta seminar kelapa sawit di Medan khawatir dan terkejut, melihat paparan salah satu narasumber yang menampilkan data realisasi replanting kebun kelapa sawit dengan dukungan dana BPDP-KS,” ujar Rino Afrino Wakil Sekretaris Jendral DPP APKASINDO dalam keterangan resminya, Jumat (20/7/2018).

Menurutnya, hal ini sangat mengkhawatirkan karena waktu sudah memasuki bulan Agustus, praktis hanya tersisa lima bulan lagi untuk mencapai target tersebut di tahun 2018 ini.

Untuk itu, dia meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) turun tangan untuk menyelesaikan permasalahan ini. Setidaknya ada tiga hal yang harus diperhatikan. Pertama, sebaiknya para pejabat terkait dievaluasi kembali.

Kedua, sistem alur pengajuan replanting di sederhanakan. Ketiga dibentuk Satgas Khusus replanting kelapa sawit yang beranggotakan multi stakeholder (pemerintah, asosiasi pekebun/Apkasindo, asosiasi pengusaha/Gapki, akademisi, lembaga riset dan LSM).

“Replanting merupakan kunci sukses menjaga keberlanjutan produksi CPO kebun kelapa sawit rakyat. Produksi yang baik tentu mensejahterakan petani dan menyelamatkan petani dari jurang kemiskinan,” jelas Rino.

Sebagaimana diketahui, Presiden Jokowi telah mengeluarkan Peraturan Presiden No.61 tahun 2015 tentang Pengunaan Dana BPDP-KS. Di dalamnya ada amanat untuk melaksanakan kegiatan peremajaan kebun rakyat, peningkatan sumber daya manusia petani dan sarana prasarana kebun rakyat

“Namun sayang hingga hari ini realisasinya sangat kecil dan minim sekali. Ini ironis karena dananya sudah tersedia, namun tidak bisa di eksekusi,” tandas Rino.

Untuk itu, katanya, harus ada langkah dan niat yang baik dari semua pemangku kebijakan untuk merealisasikan program ini.

“Semoga Bapak Presiden dapat mengambil tindakan secepatnya, karena ini menyangkut kehidupan jutaan keluarga petani kelapa sawit Indonesia,” ujar Rino. Bantolo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *