Produk Furnitur Indonesia Diminati Pasar Kanada

Agrofarm-Indonesia Trade Promotion Center (ITPC) Vancouver bekerja sama dengan Konsul Jenderal RI (KJRI) Toronto berpatisipasi dalam pameran Canadian Furniture Show pada 2527 Mei 2018 di International Centre, Missisauga, Ontario, Toronto, Kanada. Pameran Canadian Furniture Show adalah pameran furnitur terbesar di Kanada yang memfasilitasi pemain kunci industri furnitur seperti manufaktur, ritel, desainer, importir, dan penyuplai di kawasan Amerika Utara.

“Keikutsertaan dalam pameran yang telah diselenggarakan lebih dari empat dekade ini bertujuan mempromosikan produk furnitur dan dekorasi rumah asal Indonesia di pasar Kanada. Selain itu kami juga manfaatkan untuk menjaring buyer,” ujar Kepala ITPC Vancouver Rafika Arfani dalam keterangan resminya, Jumat (08/6/2018).

ITPC Vancouver dan KJRI Toronto menggandeng dua importir lokal diaspora Indonesia yaitu Komme International dan Casamia Home. Komme International yang berbasis di Missisauga, Ontario telah menjalankan bisnis ekspor produk furnitur asal Indonesia ke Kanada dan Amerika Serikat selama 20 tahun. Sedangkan Casamia Home bermarkas di Coquitlam, British Columbia, dan Bali memproduksi aneka produk dekorasi rumah.

Produk yang dipamerkan antara lain produk dekorasi rumah; lampu hias kulit kerang; vas keramik; vas bunga kaca terrarium (handblown glass/terrarium); hiasan kayu alami (driftwood); meja dan kursi akar kayu jati; kerajinan tanah liat (terracotta), aksesori kayu; serta meja makan dan meja teh yang terbuat dari fosil kayu (petrified wood).

Pada tahun 2017, ekspor produk furnitur Indonesia ke Kanada khususnya untuk perabotan furnitur lainnya HS 940360 sebesar USD 14 juta. Sementara itu selama bulan JanuariMaret 2018, ekspor produk tersebut ke Kanada sejumlah USD 3,42 juta atau meningkat 7,9% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Negara lainnya yang ikut berpartisipasi antara lain China, Ukraina, Portugis, Italia, Singapura, dan Kanada. Pameran seluas 31.160 m ini diramaikan oleh 250 ekshibitor dengan jumlah pengunjung mencapai 7000 orang selama tiga hari.

“Tahun ini merupakan ketiga kalinya Indonesia berpartisipasi dalam Canadian Furniture Show sejak 2016. Promosi melalui pameran ini dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan,” kata Rafika.

Rafika menjelaskan, Paviliun Indonesia berhasil menyedot perhatian dan menarik minat pengunjung karena penampilan produk yang dipamerkan dibuat dengan sentuhan minimalis dan elegan. Selain itu lokasinya sama dengan tahun sebelumnya yang cukup strategis seluas 110 m. “Hal ini guna memudahkan pelanggan lama menemukan booth Indonesia sekaligus menjaring pembeli baru,” imbuhnya. Dian

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *