Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman membuka acara Musyawarah Perencanaan Pembangunan Pertanian (Musrenbangtan) Nasional 2018/ist

Mentan Minta Musrenbangtan Fokus Peningkatan Kesejahteraan Petani

Agrofarm-Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman meminta kepada peserta Musyawarah Perencanaan Pembangunan Pertanian (Musrenbangtan) Nasional 2018 agar kegiatan-kegiatan yang disusun fokus paa capaian target dan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2015-2019.

“Saya canangkan tahun 2019 sebagai tahun perbenihan dan pengentasan kemiskinan berbasis pertanian,” ujar Amran saat membuka usrenbangtan Nasional 2018 di Auditorium Kementerian Pertanian (Kementan) Jakarta, Senin (21/5/2018) .

Hadir dalam acara tersebut Gubernur Gorontalo, Deputi Bidang Kemaritiman dan Sumberdaya Alam, Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas, Direktur Jenderal Bina Pembangunan Daerah, Kementerian Dalam Negeri, dan para Kepala Dinas lingkup pertanian provinsi seluruh Indonesia.

Mentan menyampaikan agar program-program strategis yang telah dirancangkan agar terus dilanjutkan di tahun 2019 seperti; Luas Tambah Tanam (LTT), modernisasi pertanian, infrastruktur air, dsb.

“Mulai tahun 2018 ini kita telah melakukan program Bekerja (Bedah Kemiskinan Rakyat Sejahtera). Program ini berangkat dari penduduk miskin di perdesaan rupanya bermatapencaharian di sektor pertanian. Sebanyak 16 juta rakyat miskin di perdesaan, 65% nya adalah petani. Kita berharap program Bekerja ini mendapat respon yang positif dari pemda sehingga kita bisa bersama-sama mengurangi kemiskinan di perdesaan,” terang Mentan.

“Dalam rangka penyusunan perencanaan yang berkualitas, saya minta kepada seluruh jajaran Kementerian Pertanian dan para Kepala Dinas untuk melaksanakan perencanaan secara transparan, akuntable,” katanya.

“Untuk pembangunan daerah perbatasan, kita akan format menjadi lumbung pangan dan disiapkan untuk pasar ekspor,” ujarnya.

Sedangkan terkait dengan bulan ramadhan saat ini, Mentan juga menyampaikan bahwa ketersediaan bahan pangan secara nasional cukup dan bahkan untuk komoditas tertentu sudah melebihi kebutuhan. Harga relatif stabil.

“Tindakan yang dilakukan antara lain melakukan persiapan lebih awal, diantaranya persiapan stok beras, bawang, cabai, daging, telur, dan ayam ujar Mentan. Bahkan untuk ayam dan telur 2 minggu ke depan kita akan ekspor ke Jepang,” ujarnya.

“Untuk sektor pertanian, ekspor kita naik 24-25%, sekitar 441 triliun. Ada beberapa komoditas produksi yang naik,” lanjutnya.

Menurutnya, stok pangan berlebih untuk dalam negeri dan tidak ada alasan harga naik menjelang lebaran. “Saya minta para Kadis untuk berkoordinasi dengan aparat setempat untuk menjaga pasokan dan distribusi sehingga harga terkendali hingga hari raya nanti,” katanya. Bantolo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *