sarang burung walet/ist

Ekspor Sarang Burung Walet ke China Terus Meningkat

Agrofarm-Hingga April 2018, tercatat sebanyak 17 eksportir Indonesia telah tersertifikasi untuk dapat melakukan ekspor langsung ke China.

Adapun sejak ekspor langsung sarang burung walet Indonesia ke Tiongkok pada tahun 2015, nilai perdagangan produk tersebut terus meningkat dari tahun ke tahun. Pada tahun 2017, nilai ekspor sarang burung walet ke Tiongkok mencapai 102,8 juta USD.

“Sarang burung walet, Caviar of the East, telah dikenal sejak abad ke-15 dimulai dari petani kecil di kawasan yang kini dikenal sebagai Jawa Timur dan Kalimantan Timur. Sejak saat itu, khususnya pada abad ke-17, perdagangan sarang burung walet mulai berkembang dan semakin banyak pedagang Tiongkok dari dinasti Ming mulai mencari dan memperdagangkan sarang burung walet atau ‘yan wo’ dengan produk-produk lainnya seperti porselen, sutra, dan obat-obatan tradisional,” kata Djauhari Oratmangun, Duta Besar Republik Indonesia untuk Republik Rakyat Tiongkok dalam keterangan resminya, Jumat (18/5/2018).

Duta Besar Djauhari berbicara pada the 1st China Bird’s Nest Industrial Summit yang diselenggarakan di Xiamen, RRT. Forum tersebut diselenggarakan oleh Yan Palace, perusahaan sarang burung walet terbesar di Tiongkok khususnya dalam hal market share dan volume perdagangan. Yan Palace merupakan importer utama bagi produk sarang burung walet Indonesia.

Forum diselenggarakan bekerja sama dengan China Agricultural Wholesale Market Association (CAWA) dan bertujuan untuk mempromosikan sarang burung walet di antara konsumen Tiongkok. Di samping itu, forum juga diharapkan akan meningkatkan pemahaman terhadap manfaat sarang burung walet dan meningkatkan kerja sama di antara pebisnis untuk membangun industri sarang burung walet yang sehat.

Menurutnya, sarang burung walet merupakan produk yang menjadi perhatian Indonesia dan Tiongkok saat ini. “Bagaimana produk sarang burung walet menjadi salah satu pembahasan dalam pertemuan Presiden RI Joko Widodo dan Perdana Menteri RRT Li Keqiang dalam kunjungannya awal bulan Mei 2018 yang lalu,” jelasnya.

Djauhari menekankan bahwa Indonesia, RRT, dan ASEAN akan menjadi pemain utama dalam pertumbuhan ekonomi global, dan hal ini dimulai dari hal kecil dengan meningkatkan perdagangan kedua negara, khususnya sarang burung walet yang merupakan komoditas strategis perdagangan Indonesia-Tiongkok. Bantolo

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *