Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan, I Ketut Diarmita/ist

Jelang Puasa, Kementan Jamin Ketersediaan Telur dan Daging Ayam Cukup

Agrofarm-Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan I Ketut Diarmita menegaskan bahwa ketersediaan telur dan daging ayam cukup menjelnag bulan puasa dan Idul Fitri Tahun 2018.

“Kenaikan harga seharusnya nemang tidak ada karena berdasarkan data ketersediaan ayam, daging ayam dan telur saat ini dalam posisi yang surplus/berlebih, bahkan sudah ekspor ke beberapa negara,” ujar Ketut di kantornya, Senin (14/5/2018).

Berdasarkan data tersebut, Ketut menegaskan, seharusnya tidak ada alasan harga ayam, daging ayam dan telur naik. “Kami mengharapkan kerjasama semua pihak agar terus menjaga kestabilan harga agar tercipta iklim usaha perunggasan yang sehat dan suasana tenang dalam memasuki bulan puasa dan lebaran ini,” ungkapnya.

Dia menyampaikan, berdasarkan hasil rapat di Bali tanggal 5 Mei 2018 bahwa Para Pelaku usaha perunggasan juga telah meyakinkan pemerintah bahwa tidak ada kenaikan harga DOC FS, sehingga tidak ada alasan untuk kenaikan harga ayam, daging ayam dan telur selama bulan puasa dan lebaran.

Pada kesempatan yang sama, Perwakilan dari semua pelaku usaha perunggasan (integrator) menjelaskan, pada prinsipnya mereka mendukung untuk ikut serta menjaga harga telur dan daging ayam tetap stabil. Mereka sebutkan bahwa ketersediaan telur dan daging ayam cukup untuk memenuhi kebutuhan selama bulan puasa dan lebaran.

Para pelaku usaha menyepakati harga telur dan daging ayam sesuai dengan Harga Acuan Farm Gate yang telah ditetapkan oleh Pemerintah melalu Permendag No 27 Tahun 2017.

Terkait dengan isu kenaikan harga DOC, saat ini para pembibit juga menjual DOC FS dengan harga kurang dari Rp. 5.800 per ekor. Isu kelangkaan dan kenaikan harga DOC FS lebih karena ulah oknum broker yang memanfaatkan suasana harga ayam yang bagus dan menghadapi bulan puasa serta lebaran, sehingga para peternak ramai-ramai mengisi kandangnya secara bersamaan.

Direktur perbibitan dan produksi ternak Sugiono menjelaskan, pemerintah akan selalu berada di tengah dan tidak memihak dalam memfasilitasi dan mengembangkan usaha perunggasan di Indonesia. “Kita harus bersinergi demi kemajuan bangsa dan terus menjaga komitmen bersama dalam memajukan dunia perunggasan, sehingga swasembada daging ayam tetap terjaga dan ekspor pun terus meningkat,” kata Sugiono.

Sugiono mengatakan, Pemerintah juga telah menghimbau agar para pelaku usaha dan asosiasi perunggasan dapat berperan aktif dalam menjaga stabilitas harga-harga dan ketersediaan daging, sehingga masyarakat dapat beribadah di bulan ramadhan dengan tenang dan khusyuk.

Terkait dengan upaya untuk memperlancar arus distribusi dan menjaga stabilitas harga, Sugiono menyebutkan, Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementan telah menyispkan beberapa titik pasar tani yang dapat dimanfaatkan oleh pelaku usaha untuk ikut terlibat dalam operasi pasar untuk memperlancar distribusi dan mendukung stabilisasi harga. “Di titik mana ada harga tinggi, pelaku usaha siap untuk menggerojokkan telur dan daging ayam,” pungkasnya. Bantolo