Kawasam sentra bawang putih Kabupaten Temanggung/ist

Komisi IV DPR Kunjungi Sentra Bawang Putih Kabupaten Temanggung

Agrofarm-Kementerian Pertanian (Kementan) terus berkonsentrasi mengembangkan areal pertanaman bawang putih. Upaya ini dilakukan dengan serius agar swasembada bawang putih pada 2021 segera terealisir.

Temanggung sebagai kawasan sentra bawang putih nasional, pada saat ini mendapatkan kunjungan kerja dari anggota Komisi IV DPR RI. Kunjungan ini dilakukan dalam rangka melaksanakan fungsi pengawasan DPR RI dengan meninjau langsung areal pertanaman bawang putih.

Dalam rilis yang diterima Agrofarm,Kamis (19/4/2018) disebutkan bahwa Kabupaten Temanggung identik sebagai wilayah pertanian. Lahan seluas 20.624 hektare (ha) berfokus sebagai ragam areal pertanaman.

Kondisi agroklimat dan sumber daya lahan mendukung pertanaman khususnya bawang putih. Era Tahun 1990-an wilayah ini terkenal sebagai penghasil bawang putih terbesar dan menjadi penyumbang nomor dua produksi bawang putih nasional setelah Lombok Timur Nusa Tenggara Barat.

Sentra Bawang Putih

Selain ke dua Kabupaten tersebut (Temanggung dan Lombok Timur), terdapat sentra baru kawasan bawang putih yaitu Kabupaten Magelang dan Kabupaten Banyuwangi.

Kunjungan kerja Komisi IV DPR RI sejumlah 18 orang merupakan salah satu agenda melakukan dialog aktif dengan petani penerima bantuan APBN 2017 dan panen di atas hamparan 75 ha di Desa Glapansari, Kecamatan Parakan, Kabupaten Temanggung.

Kementan sampai saat ini bersama petani telah melakukan kemitraan dengan 11 importir bawang putih dan kesebelas perusahaan ini berkomitmen untuk melakukan pertanaman sebesar 5 persen dari RIPH. Total luas areal yang akan dihasilkan mencapai 377 ha.

Selain areal pertanaman para petani setempat, sebanyak 200 ha areal bawang putih juga sedang dikembangkan PT. Tajie Pratama Indonesia selaku importir, perusahaan ini melakukan kewajiban tanam 5 persen.

Dalam rangka menambah penguatan areal bawang putih, tahun 2018 ini Kementan mengembangkan kawasan seluas 1.930 ha dengan anggaran Rp 77,2 miliar.

Petani optimistis mampu melanjutkan misi pertanaman dengan benih hasil pertanaman 2017 lalu. Pada tahun lalu pertanaman seluas 1.170 ha mampu berproduksi sebanyak 1.500 ton bawang putih.

Selain bantuan pengembangan kawasan, Kementan juga turut melakukan pendampingan teknis, mengadakan diklat tematik bawang putih, gerakan Pengendalian OPT Bawang Putih.

Turut menemani dalam peninjauan bawang putih, Dirjen Hortikultura Suwandi, Direktur Sayuran dan Tanaman Obat Prihasto Setyanto, PJ. Bupati Temanggung Sudaryanto, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Temanggung Masrik Amin Zuhdi serta Tim Advance baik dari pusat maupun daerah. Bantolo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *