Pisang kepok/ist

Badan Karantina Fasilitasi Ekspor 17 Ton Pisang Kepok ke Malaysia

Agrofarm-Badan Karantina Pertanian (Barantan) kembali memfasilitasi ekspor pisang kapok sekitar 17 ton ke Malaysia. Pisang kepok asal Sumatera Utara (Sumut) ini mempunyai potensi ekspor yang tinggi dan mampu mendulang devisa bagi negara.

Berdasarkan data Stasiun Karantina Pertanian Kelas I Tanjung Balai Asahan Sumut, pada 2017 tercatat terkirim 1.879 ton lebih pisang kepok tujuan Malaysia dengan frekuensi pengiriman 262 kali.

“Hari ini kita periksa 17,4 ton pisang kepok yang akan dikirim ke Malaysia,” kata Azhar, Kepala Karantina Tanjung Balai Asahan dalam siaran persnya, Senin (02/4/2018) .

Sebelum dikirim, lanjutnya, petugas karantina memastikan media pembawa atau komoditas tersebut memenuhi persyaratan phytosanitary dari negara tujuan. “Kita periksa dokumen, periksa fisik dan pastikan bebas hama penyakit,”, jelasnya.

Seperti diketahui, pisang jenis ini lebih nikmat jika diolah menjadi berbagai makanan siap saji, seperti pisang goreng, keripik pisang dan kolak pisang.

Selain mengandung berbagai macam zat gizo seperti serat, kalium, vitamin C dan B6, tanaman pisang kepok juga bisa tumbuh sepanjang tahun. Tentu ini sangat menguntungkan.

Menurutnya, karantina bekerjasama dengan dinas pertanian terkait terutama yang ada di wilayah Tanjung Balai Asahan akan terus mendorong dan mengakselerasi ekspor produk-produk pertanian. Bantolo