Tungkot Sipayung (kiri)/ban

Produktivitas dan Hilirisasi Kunci Sukses Industri Sawit Masa Depan

Agrofarm-Tungkot Sipayung Direktur Eksekutif Palm Oil Agribusiness Stategic Policy Institute (PASPI) mengunkapkan, ada dua kunci sukses industri sawit masa depan, yakni peningkatan produktivitas dan hilirisasi sawit.

Dia mengatakan, produktivitas sawit Indonesia masih kalah dengan Malaysia. Saat ini rata-rata produktivitas sawit baru 4 ton/hektar/tahun. “Untuk itu, harus ditingkatkan menjadi 6 ton hingga 8 ton/ha/tahun,” ujar Tungkot dalam acara Tantangan dan Peluang Agribisnis 2018 di Hotel Santika Taman Mini Indonesia Indah, Kamis (15/3/2018).

Selain itu, program hilirisasi sawit musti dilakukan menuju produk oleofood, bioplastik dan bioavtur. “Ditargetkan Indonesia pada tahun 2045 bisa menjadi raja oleofood, oleokimia dan biofuel dunia,” ungkap Tungkot.

Meskipun, lanjutnya, tantangan sawit tahun ini semakin berat. Indonesia menghadapi resolusi sawit parlemen Eropa. “Kehadiran sawit di Bemua Biru itu menggusur rapeseed dan bunga matahari. Maka itu terjadi perang dagang dengan mengkaitkan pengembanagan sawit dengan isu deforestasi,” tandasnya.

Anehnya, derasnya kampanye sawit yang dilakukan Eropa, namun volume impor terus meningkat. Eropa juga mengancam mengeluarkan kebijkan anti dumping biodiesel pada 2021, bahkan akan melakukan embargo produk sawit.

“Itu tidak mungkin terjadi karena mereka harus meningkatkan produksi rapeseed dan sunflower tiga kali lipat dari sekarang,” jelasnya.

Kemudian anti dumping biodiesel sawit Amerika Serikat (AS) dengan penerapan bea masuk tinggi. Ini bagian politik Presiden AS Donald Trump untuk mengembangkan biodiesel dari kedelai.

“Begitu pula India juga menerapkan kebijakan made in india. Jadi semua produk yang dihasilkan sebisa mungkin berasal dari dalam negeri,” tambahnya.

Dia menyebutkan, pada Agustus 2017 India mulai menaikan pajak impor CPO dari 17,5% menjadi 30%. Produk turunan sawit juga akan ditingkatkan menjadi 40% pada tahun 2018.

“Apalagi tahun ini produksi rapeseed dan kedelai sedang bagus. Jika tantangan ini dapat diselesaikan, maka target ekspor sawit Indonesia 35 juta ton dapat tercapai tahun ini,” terangnya.

Tungkot memprediksi produksi minyak sawit tahun ini mencapai 47,8 juta ton. Itu terdiri dari 43,4 juta ton berupa CPO dan 4,3 juta ton PKO. Sedangkan konsumsi minyak sawit domestik naik tipis dari 11 juta ton tahun lalu menjadi 11,3 pada Tahun 2018. Bantolo