Koperasi Industri Mebel dan Kerajinan Asal Jepara (KIDJAR) di JIFFINA 2018/hms

Ekspor Furnitur Indonesia Ranking Lima, Dukung JIFFINA Kejar Ketertinggalan

Agrofarm.co.id-Walaupun sektor industri mebel dan kerajinan memiliki peranan strategis dalam perekonomian nasional, saat ini ekspor furnitur Indonesia masih menempati posisi ke-5 di Asean, masih tertinggal dari Vietnam, Malaysia dan Singapura. Dengan demikian, dalam dua tahun terakhir, Kemenperin telah mendukung JIFFINA untuk mendorong pertumbuhan pasar furnitur dan kerajinan dalam negeri.
Sabtu (10/3/2018), Menteri Perindustrian RI Airlangga Hartarto dalam pidato pembukaan JIFFINA 2018 yang disampaikan oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Perindustrian Haris Munandar menyatakan bahwa industri furnitur dan kerajinan merupakan salah satu industri prioritas yang menghasilkan produk bernilai tambah tinggi, berdaya saing global, serta menyerap tenaga kerja dalam jumlah yang signifikan, dan didukung sumber bahan baku yang cukup berupa kayu, rotan dan bambu. Sehingga memiliki peranan penting dalam industri nasional.
Pendekatan pengembangan komunitas telah dilakukan Kemenperin dengan membentuk Komunitas Industri Mebel Dan Kerajinan Solo Raya (KIMKAS), Koperasi Industri Mebel dan Kerajinan Asal Jepara (KIDJAR) dan Masyarakat Kerajinan dan Mebel Mataram (MAKAREMA) di Daerah Istimewa Yogyakarta. Pengembangan komunitas ini bertujuan salah satunya untuk peningkatan kualitas dan kuantatis produksi nasional.
Sedangkan untuk pemasaran dan promosi, Kemenperin melalui Direktorat Jenderal IKM telah meluncurkan program E-Smart IKM yang dapat diakses konsumen melalui marketplace atau toko online. Selain tujuan promosi, program ini pun dapat meningkatkan kapasitas pelaku IKM dalam negeri di bidang e-commerce. Hingga September 2017, sudah lebih dari 1600 pelaku IKM dari berbagai daerah mengikuti workshop E-Smart IKM.
Sampai dengan akhir tahun 2017, pelaksanaan program e-Smart IKM melalui workshop bersama marketplace telah diberikan kepada 1730 pelaku IKM, dan diharapkan pada akhir tahun 2019 ditargetkan dapat mencapai total 10.000 IKM yang dapat diakses konsumen melalui marketplace yang telah bekerjasama, kata Airlangga.
Sedangkan untuk melindungi kreativitas perajin IKM Indonesia, Kemenperin khususnya Ditjen IKM memberikan fasilitasi pendaftaran HKI untuk desain baru produk-produk furnitur dan kerajinan, khususnya bagi IKM yang akan berpartisipasi pada berbagai pameran untuk mencegah plagiarisme. Selain itu, Ditjen IKM juga memberikan fasilitasi Sertifikasi Verifikasi Legalitas Kayu (SVLK) bagi IKM untuk mendorong peningkatan ekspor produk industri kehutanan. Nat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *