Arlinda Kemendag/ist

Ini Upaya Kemendag Bangkitkan Kejayaan Teh Indonesia

Agrofarm-Kementerian Perdagangan (Kemendag) terus berupaya mendiversifikasi produk teh Indonesia agar semakin bernilai tambah dan berdaya saing untuk memperkuat pasar ekspor komoditas teh. Upaya ini salah satunya dilakukan melalui seminar bertajuk Klinik Produk Ekspor Peluang Ekspor Produk Teh ke Mancanegara’di Bandung, Jawa Barat.

“Kemendag berharap Klinik Produk Ekspor Teh ini dapat membantu membangkitkan kejayaan teh di antara eksistensi produk-produk agro Indonesia lainnya di pasar global, seperti kopi dan kelapa sawit, yang saat ini tengah tumbuh baik secara nilai maupun volume ekspor ke mancanegara,” jelas Dirjen Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) Arlinda dalam keterangan resminya, Jumat (30/3/2018).

Seminar tersebut terselenggara atas kerja sama Kemendag dengan Asosiasi Teh Indonesia (ATI). Peserta yang hadir merupakan pelaku usaha di sektor teh dari Jawa Barat, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Yogyakarta, dan Bali.

Dalam seminar ini, para peserta mendapat tambahan wawasan dan pengetahuan untuk meningkatkan kualitas produk yang sesuai dengan selera pasar. Seminar ini juga memberikan panduan dalam menentukan strategi pemasaran yang efektif.

Adapun Narasumber dalam seminar tersebut yaitu Direktur Pengembangan Produk Ekspor Kemendag Ari Satria, Senior Vice President Engineering & Processing PT Perkebunan Nusantara (PTPN) VIII Dede Kusdiman, Direktur Utama PT Tea Expertindo Insyaf Malik, dan Direktur Utama PT Pagilaran Rachmad Gunadi.

Keempat narasumber tersebut memaparkan materi terkait upaya menanggulangi hambatan ekspor teh Indonesia ke luar negeri, serta hal-hal yang harus diperhatikan agar komoditas teh Indonesia dapat diterima di pasar luar negeri.

Kegiatan juga dilengkapi dengan paparan Annelis Putri dari Agency for the Valorization of Agricultural Products (APVA), lembaga yang menyediakan sertifikasi ‘gourmet’ untuk produkproduk pertanian ke Eropa, khususnya Prancis. Annelis menjelaskan keberadaan sertifikasi teh sebagai syarat memasuki pasar di Prancis.

Acara Klinik Produk Ekspor Teh ini semakin ramai dengan tea tasting. Para peserta berkesempatan mencicipi berbagai komoditas teh unggulan Indonesia seperti teh hijau dan teh hitam.

Selain itu, diadakan pula one-on-one business meeting. Melalui pertemuan bisnis tersebut, narasumber dan peserta mendapat ruang untuk saling bertukar informasi dan pengalaman di bidang pengembangan produk serta pemasaran komoditas teh, dan meningkatkan jejaring kerja sama bisnis di antara pelaku usaha.

Sebelum menghadiri seminar, perwakilan dari Kemendag, Asosiasi Teh Indonesia, pelaku usaha teh, dan PTPN IV juga berkunjung ke kebun dan pabrik pengolahan teh di Pangalengan dan Ciwidey, Jawa Barat, pada Senin dan Selasa, 2627 Maret 2018.

Kunjungan ini dimaksudkan untuk menggali data dan informasi teh melalui survei lapangan dan interaksi langsung dengan para pelaku usaha teh. Dian