Mahendra Siregar/bimo

Diskriminasi Sawit Indonesia oleh Eropa Harus Dihentikan

Agrofarm-Mahendra Siregar, Staf Khusus Menteri Luar Negeri mengatakan bahwa isu kelapa sawit kini menjadi salah satu isu strategis nasional Indonesia. Diplomat dituntut untuk dapat memainkan perannya dalam melihat peluang dan tantangan serta cakap dalam menentukan strategi diplomasi sawit di fora internasional.

Sebelumnya Presiden Joko Widodo tegas meminta Uni Eropa (UE) menghentikan segala bentuk diskriminasi terhadap sawit Indonesia. Presiden menekankan bahwa sebanyak tujuh belas juta penduduk Indonesia menggantungkan hidupnya pada industri ini.

“Industri kelapa sawit telah menjadi salah satu instrumen pemerintah Indonesia dalam upaya pengentasan kemiskinan, mempersempit kesenjangan dan pembangunan ekonomi yang inklusif,” ungkap Mahendra dalam siaran persnya, Kamis (22/3/2018).

Menyikapi posisi Parlemen Eropa dalam trilogue antara Parlemen Eropa – Komisi Eropa – Dewan Eropa dalam merumuskan Renewable Energy Directive II yang melarang pemakaian biofuel berbahan dasar kelapa sawit mulai 2021, Indonesia pada tanggal 15 Februari 2018, melalui KBRI Brussel bersama 6 negara produsen (Malaysia, Thailand, Kolombia, Nigeria, Guatemala, dan Ekuador) telah melakukan protes kerasnya.

“​Diplomat Indonesia harus mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan politik internasional yang semakin kompleks. Ketika dihadapkan pada tantangan-tantangan, Diplomat Indonesia harus berani mengambil resiko dalam memperjuangkan kepentingan nasional Indonesia,” ungkap Mahendra.

Lebih lanjut dikatakannya bahwa Indonesia bersama dengan negara penghasil sawit lainnya harus mengambil langkah-langkah tegas terhadap UE. Indonesia sendiri harus mencari strategi baru guna memindahkan pasar sawitnya dari UE ke pasar lain. Salah satu langkah yang dapat dilakukan, misalnya, dengan mengoptimalkan pasar yang sudah ada.

Selain itu, katanya, upaya penjajakan pasar baru juga harus dilakukan. Inilah yang menjadi tantangan bagi para diplomat Indonesia yang dituntut untuk lebih kreatif, inovatif, out of the box dan out of text book, dalam membuka pasar baru, mencari peluang potensi investasi, dan menjadikan minyak sawit sebagai salah satu jawaban permasalahan. Bantolo