Ketua HA-IPB R. Fathan (tengah)/banKamil

Target HA-IPB Cetak Wirausaha Muda Tumbuh 15%

Agrofarm.co.id-Himpunan Alumni Institut Pertanian Bogor (HA-IPB) menargetkan dalam empat tahun mendatang dapat menciptakan wirausaha muda (enterpreneur) baru sebesar 10-15% dari total alumni IPB.

Ketua HA-IPB R. Fathan Kamil mengatakan, HA-IPB ingin mendorong keberadaan alumni di sektor enterpreneur. Salah satu visinya dapat mensuplai lebih banyak populasi pengusaha.

“Saat ini jumlah enterpreneur baru sebesar 8,89% dari seluruh alumni yang berjumlah 140.000 orang,” ujar Fathan kepada wartawan di Jakarta, Sabtu (10/2/2018).

Menurutnya, saat ini Indonesia membutuhkan populasi pengusaha yang cukup banyak, karena jumlah populasi pengusaha di Indonesia sebesar 3,1%.

Untuk itu, lanjutnya, melihat potensi pertanian dpat menghasilkan pengusaha dengan skala usahanya. “Alumni bisa memmulai dari skala yang kecil, kemudian dalam jangka panjang membesar. Ini dimungkinkan dari sektor pertanian,” ungkap President Director PT Transamudra Usaha Sejahtera ini.

Dia menuturkan, dalam kepengurusan HA-IPB periode 2017-2021 HA ingin berkontribusi terhadap peningkatan populasi enterpreneur di Indonesia. “Targetnya dalam empat tahun ke depan naik dua kali lipat 10-15% dari saat ini sekitar 9%,” jelasnya.

Walneg S Jas, Sekretaris Jenderal (Sekjen) HA-IPB menambahkan, PB meluluskan sekitar 7.000 orang setiap tahunnya atau setara 622 di antaranya memilih menjadi enterpreneur. Umumnya mereka terjun ke sektor pertanian arti luas yakni dari budidaya sampai kepada industri pengolahan.

Guna menumbuhkan jiwa wirasusaha, meurutnya, akan dilakukan program pendampingan, mentoring dan mendekatkan mereka pada dunia usaha lebih awal.

“Kemudian mendorong alumni untuk mencoba berusaha secara mandiri. Langkah-langkah ini diharapkan mampu menumbuhkembangkan semangat berwirausaha,” bebernya.

Selain itu, katanya, khusus bagi alumni yang baru tamat akan diselenggarakan program magang. “Jadi para alumni yang ingin bertransisi tidak langsung bekerja menjadi pegawai negeri sipil, karyawan swasta atau berwirausaha dapat belajar terlebih dahulu melalui magang, baik di tingkat nasional maupun internasional,” jelas Walneg.

Meskipun diakuinya, untuk mencetak entrepreneur baru tidaklah mudah. Kendala utamanya tidak mempunyai mainset pengusaha dan tidak mempunyai jaringan.

Dia mencontohkan, ada persoalaan ketika alumni IPB dapat menghasilkan produk, tetapi tidak bisa memasarkan dan tidak mempunyai konsumen yang jelas. Ditambah menjadi momok dari para alumni terkait dana.

“Kalau mau berwirausaha harus mempunyai modal, padahal belum tentu juga. Ada konsep Pre-selling yakni belum membuat produk, namun sudah berjualan produknya,” kata Walneg.

Untuk itu, lanjutnya, para alumni akan membantu mencarikan jalan atau akses untuk pendanaan. Dari program bank pemerintah, pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR), koperasi dan PKBL BUMN. Bantolo

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *