IRRI akan gelar International Hybrid Rice Symposium 2018/ist

Konferensi IRRI: Solusi Terbaru Dalam Menangani Permasalahan Pengadopsian Beras Hibrida di Asia Tenggara

Agrofarm.co.id-International Rice Research Institute (IRRI) dan Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Badan Litbang Pertanian) mengajak para pemangku kepentingan dalam industri pertanian dunia untuk turut hadir dalam konferensi dan diskusi. Adapun dalam diskusi tersebut, akan menampilkan solusi terbaru dalam menangani permasalahan pengadopsian beras hibrida (hybrid rice) di Asia Tenggara.

Dalam undagan yang diterima, Kamis (22/2/2018), International Hybrid Rice Symposium yang ke-7 (IHRS 2018) akan dilaksanakan Selasa, 27 Februari 2018 pukul 08.00 10.00 WIB di The Alana Hotel & Convention Center, Yogyakarta Indonesia Jalan Palagan Tentara Pelajar Km. 7, Sariharjo, Ngaglik, Sleman.

Adapun tema utama Keamanan Makanan Melalui Beras Hibrida dalam Kondisi Iklim yang Berubah. IHRS 2018 akan menampilkan serial diskusi antara para peneliti beras hibrida terkemuka, representatif dari BUMN dan organisasi swasta, dan para ahli di industri ini dari seluruh dunia.

Pemerintah Indonesia saat ini tengah menargetkan pertanian untuk lebih didukung dengan sistem dan teknologi produksi beras yang efisien untuk mencapai swasembada pangan. Dari banyaknya insiatif yang dilakukan oleh IRRI untuk Indonesia, salah satu yang terutama adalah melalui Hybrid Rice Development Consortium (HRDC) atau Konsorsium Pengembangan Beras Hibrida.

HRDC telah mempromosikan penelitian terhadap beras hibrida dan menyediakan akses terhadap plasma nutfah terbaru dengan tujuan mengisi kesenjangan hasil yang semakin dipersulit oleh perubahan iklim, dan telah membuat populasi konsumsi nasi semakin menurun.

IHRS 2018 dianggap sebagai sebuah wadah bagi para pemangku kepentingan untuk membuka kesempatan dan berdiskusi dengan perihal potensi teknologi ini khususnya di Indonesia

Rencananya diskusi ini akan dibuka oleh Sri Sultan Hamengkubuwono X, Dr. Ir. Muhammad Syakir, MS. DDG IAARD, Indonesia Dr. Jacqueline Hughes, DDG, IRRI Philippines. irsa

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *