Foto :Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman. (Ist)

Jadi Tersangka, Mentan Pecat Pejabat Kementan

Agrofarm.co.id-Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memecat salah satu pejabat Direktorat Jenderal Hortiikultura Kementerian Pertanian (Kementan) inisial AA menyusul pelanggaran tindak pidana Rp 130 juta dalam penyaluran bantuan sarana hortikultura kepada kelompok tani tahun 2015.

Dalam kasus ini AA adalah pejabat pembuat komitmen menjadi tersangka oleh Kejaksaan Agung pada Program Penggerak Membangun Desa (PMD). Yang bersangkutan konon katanya telah mengembalikan uang Rp 130 juta tersebut.

Adapun mitra kerjanya CV Cipta Bangun Semesta dan grup perusahaan yang berkaitan juga langsung diblacklist. Atas penanganan kasus ini, Mentan mendukung penuh penegakan hukum.

“Mentan mengucapkan terima aksih dan penghargaan kepada Kejaksaan Agung,” ungkap Dirjen Hortikultura Kementan Spudnik Sujono di kantornya, Senin (26/2/2018).

“Berkaitan dengan tata kelola pertanian, Mentan telah melakukan revolusi mental diantaranya telah dilakukan demosi dan mutasi 1.294 pegawai serta memecat beberapa pegawai yang melakukan pelanggaran.”

“Mentan pun tak segan-segan bila pagi hari ditemukan bukti-bukti pelanggaran, siangnya langsung dicopot. Pernah juga dalam sehari mencopot lima orang pejabat pada satu Direktorat Jenderal,” jelas Spudnik.

Untuk menciptakan aparatur yang bersih dan berwibawa, berbagai upaya dilakukan Kementan antara lain : Pertama, menempatkan Satgas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Polri dan Kejagung guna mengawal program dan anggaran.

Kedua, bersama Menteri Perdagangan, Kapolri, Dirut Bulog dan KPPU membentuk Satgas Pangan. Ketiga, lelang jabatan secara professional dan transparan. Keempat, mendidik disiplin bekerja full time per hari dan terjun langsung ke lapangan.

Kelima, mengembangkan whistleblowers’s system, dengan telah menyediakan tempat pengaduan melalui web www.pertanian.go.id dijamin tahasia para pelapor atau bisa juga pengaduan dan keluhan melalui sms ke 2106 atau ke 08138303444.

“Upaya Mentan bersih-bersih di lingkungannya ini diapresiasi KPK. Pada saat hari Anti Korupsi Dunia, Kementan memperoleh penghargaan dari KPK sebagai kementerian dengan sistem pengendalian gratifikasi terbaik,” katanya.

Tidak hanya KKN, Mentan juga tidak kompromi terhadap mafia dan kartel pangan. “Lebih dari 40 kasus pengoplos pupuk diproses hukum. Kartel daging, bawang, ayam dan lainnya kena sanksi KPPU. Kemudian lebih dari 200 kasus pangan diproses hukum oleh Satgas Pangan,” tuturnya. Bantolo

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *