Walneg S Jas, Sekretaris Jenderal (Sekjen) HA- IPB (tengah)/ban

HA-IPB Siapkan Program Menyuluh Petani

Agrofarm.co.id-Himpunan Alumni Institut Pertanian Bogor (HA-IPB)akan meluncurkan program IPB Menyuluh sebagai sarana edukasi untuk masyarakat petani Indonesia.

Walneg S Jas, Sekretaris Jenderal (Sekjen) HA- IPB mengatakan, kepengurusan HA-IPB periode 2017-2021 akan berkontribusi lebih konkrit baik untuk para alumni, almamater dan masyarakat luas. Salah satu program unggulan yakni HA-IPB menyuluh.

“Kita akan mengirimkan alumni IPB terbaik ke daerah-derah pelesok untuk memberikan penyuluhan pertanian secara modern. Saat ini sebagian petani Indonesia masih tradisional, berrtani untuk memenuhi kebutuhan untuk sehari-hari. Tanpa dorongan teknologi yang lebih baik, produktivitas yang lebih tinggi, maka petani tidak akan pernah maju,” ungkap Walneg ketika berbicang-bincang dengan media di Jakarta, Sabtu (10/2/2018).

Menurutnya, adanya program menyuluh ini diharapkan ada edukasi yang lebih baik kepada para petani untuk lebih produktif, efisien dan kesejahteran dapat meningkat.

“Tahun ini kita sedang mantapkan untuk detail program dan sistem penyeleksian calon penyluh. Kita harapkan tahun ini kerangka programnya rampung dan aplikasinya awal tahun 2019.Mekanisme mahasiswa yang mau lulus akan diseleksi dari sisi potensi akademik, pengalaman organisasi dan nilainya,” jelas Walneg.

Dia menambahkan, nantinya mereka akan diisoliasi selama tiga bulan. Ditraining soal kepemimpinan dan kemandiriannya agar bisa survive di daerah.

“Mereka juga akan diberi gaji setiap bulan karena ini bukan program sosial, namun menjadi kredit poin dan pembelajaran sebelum terjun langsung ke masyarakat,” ujar Founder PT Tiga Positif Paradigma ini.

Dia menuturkan, bagi mahasiswa atau alumni yang tertarik bisa langsung datang ke sekretariat HA- IPB. Kemudian diseleksi, dilatih dan barulah ditempatkan di daerah.

“Kita akan tempatkan mereka selama 6 bulan sampai satu tahun. Meskipun ini akan disesuaikan dengan sumber pendanaan, program dan pengawasan,” bebernya.

Walneg mengungkapkan, program ini berbeda dengan penyuluh pertanian oleh pemerintah karena tidak hanya menyangkut hal teknis budidaya. Sementara yang kita berikan adalah aspek manajemennya. Jadi saling melengkapi dengan program penyuluh pertanian Kementerian Pertanian (Kementan) .

“Sehingga dapat mebuka wawasan dan merubah paradigm para petani Indonesia menjadi petani yang lebih maju dan modern. Penyuluh akan menjadi problem solving terkait hama penyakit dan harga jatuh ketika musim panen. Mereka akan di taruh dalam satu kecamatan minimal sampai enam bulan,” tambahnya.

Meskipun, dia belum mau menyebut detail jumlah penyuluh yang disiapkan karena beralasan tidak berorientasi pada kuantitas, namun kualitas.

“Minimal tahun depan ada sekitar 50-100 penyuluh pertanian. Jumlah belum ditetapkan secara pasti karena targetnya programnya berjalan dan ada dampaknya bagi petani,” ujar Walneg. Bantolo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *