Direktur Eksekutif International Cocoa Organization (ICCO), Dr. Jean-Marc Anga (tengah)/ist

ICCO : Indonesia Bakal Disalip Ekuador Sebagai Produsen Kakao Ketiga Dunia

Agrofarm.co.id-International Cocoa Organization (ICCO) memprediksi produksi kakao Indonesia terus menurun. Imbasnya Indonesia sebagai negara produsen kakao terbesar ketiga di dunia akan segera disalip oleh Ekuador.

“Posisi Indonesia sebagai negara produsen kakao terbesar ketiga di dunia akan segera disalip oleh Ekuador apabila produksi Indonesia tidak membaik,” kata Direktur Eksekutif International Cocoa Organization (ICCO), Dr. Jean-Marc Anga dalam keterangan resminya, Senin (05/2/2018).

Dr. Anga menuturkan, pemerintah Indonesia harus merevitalisasi sektor kakao, mengingat trend produksi kakao Indonesia yang terus menurun dari tahun ke tahun. Berdasarkan data ICCO, produksi kakao Indonesia di tahun 2013 mencapai 410 ribu ton, sementara di tahun 2017 Indonesia diperkirakan hanya memproduksi 290 ribu ton kakao.

Ketua Asosiasi Petani Kakao Indonesia (APKI), Arif Zamroni, menyampaikan bahwa permasalahan terbesar petani kakao di Indonesia adalah kurangnya pendampingan petani dalam mengelola perkebunan. Harga dunia yang semakin menurun dan mata rantai perdagangan kakao yang panjang semakin memperbesar kerugian yang dialami oleh petani.

Menurutnya, salah satu cara untuk meningkatkan kesejahteraan petani adalah dengan meningkatkan nilai tambah kakao Indonesia dengan menjual biji kakao kering yang telah difermentasi.

“Dengan menjual biji kakao kering yang telah difermentasi, petani dapat meningkatkan daya saingnya dan memutus mata rantai perdagangan kakao yang panjang. Selain itu, perlu juga adanya bantuan dari Pemerintah untuk meningkatkan produktivitas kakao petani skala kecil,” jelas Anga.

ICCO dan Indonesia juga menyepakati proyek bersama penanganan hama kakao yang seringkali dihadapi oleh para petani. Proyek ini diharapkan dapat bermanfaat bagi petani skala kecil dan dapat mendorong produksi kakao Indonesia.

Anga berkomitmen untuk turut mendukung penyusunan National Cocoa Plan yang merupakan salah satu instrumen penting untuk pengembangan industri kakao di Indonesia.

Secara khusus, Dr. Anga mengundang Wakil Presiden RI, Bapak Jusuf Kalla, untuk menjadi pembicara kunci dalam World Cocoa Conference ke-4 di Berlin, yang akan diselenggarakan pada 22-25 April 2018 mendatang. Kehadiran Wapres RI dalam pertemuan dimaksud diharapkan dapat menyerukan kepentingan Indonesia di hadapan 1.500 peserta yang merupakan stakeholders kakao dunia.

Sebagai informasi, ICCO merupakan organisasi antar pemerintah yang didirikan tahun 1973 yang ditujukan untuk menciptakan industri kakao yang berkelanjutan dari aspek sosial, ekonomi, dan lingkungan. ICCO beranggotakan 51 negara, termasuk Indonesia, yang bergabung pada tahun 2012.. Bantolo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *