Bambang Dirjen Perkebunan Kementan hadiri peringtan HUT ke-8 Riset Perkebunan Nusantara (RPN) di Bogor/bantolo

HUT Ke-8, RPN Diharapkan Jadi Lembaga Penelitian Mandiri

Agrofarm.co.id-Riset Perkebunan Nusantara (RPN) diharapkan menjadi institusi riset perkebunan yang mandiri, jaya, independen dan menerikan mafaat sebesar-bearnya bagi masyarakat luas. Sekaligus dapat berperan dalam mengawal teknologi di sektor perkebunan Indonesia.

Hal itu diungkapkan, Direktur Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian (Kementan) Bambang, usai Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-8 RPN di Kantor RPN Bogor, Minggu (04/2/2018).

Bambang Dirjen Perkebunan Kementerian Pertanian, peringatan hari ulang tahun RPN ke-8 dalam rangka menngingatkan semua pihak pihak bahwa pentingnya ilmu dan teknologi dalam membangun perkebunan.

“Acara ini menjadi ajang komunikasi dan diskusi untuk mengembankan komoditas kakao, peningkatan produktivitas kelapa sawit, peran kopi dalam program perhutanan sosial,” terang Bambang.

Teguh Wahyudi Direktur Utama RPN menambahkan, acara ini diselenggarakan guna memperkenalkan perusahaan kepada masyarakat luas, terutama masyarakat Bogor.

RPN membawahi beberapa pusat penelitian diantaranya : Pusat Penelitian Bioteknologi dan Bioindustri Indonesia (PPBBI), Pusat Penelitian Karet, Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS), Pusat Penelitian Teh dan Kina (PPTK), Pusat Penelitian Perkebunan Gula Indonesia (P3GI) dan Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia.

Dia menngungkapkan, tahun lalu transformasi RPN sudah selesai dan tahun ini dalam tahap penyelesain aspek legalitas. “Sekarang dalam proses pemindahtanganan untuk mendapatkan penyertaan modal pemerintah pusat. Targetnya Februari ini prosesnya rampung,” kata Teguh.

Menurutnya, riset terbaru yang telah dihasilkan RPN utamanya pupuk, pengendalian hama penyakit, pengolahan dan pengembangan bibit unggul. Meskipun, diakuinya, masih fokus pada bahan tanaman unggul dengan produktivitas tinggi dan tahan hama penyakit. “RPN menghasilkan bahan tanaman unggul kelapa sawit, karet, kakao, kopi dan teh,” ujar Teguh.

Bahkan, lanjutnya, PPKS hingga kini sudah menyalurkan benih sawit mencapai 1 miliar kecambah atau berkontribusi terhadap pengembangan kebun kelapa sawit sekitar ribuan hektar di Indonesia.

“Kakao diperkirakan puluhan juta bibit. RPN juga mendorong diversifikasi produk turunan minyak sawit yang banyak digunakan pada pabrik-pabrik makanan.”

Selain itu, katanya, penggunaan karet dicampur dengan aspal, tujuannya konsumsi karet dalam negeri meningkat dan tidak tergantung pada pasar ekspor. “Ini menguntungkan karena aspal menjadi lebih awet,” jelasnya.

Teguh menuturkan, aspal tanpa dicampur karet akan mudah lembek, namun aspal karet lebih kuat, jalan lebih halus dan tahan lebih lama.

“Sekarang masih dalam tahap pengujian secara teknis maupun ekonomi. Ini akan terus kita kembangkan aspal karet karena menguntungkan,” ujar Terguh.

Adapun perhelatan HUT ke-8 RPN berbarengan dengan Peringatan Hari Kanker Sedunia. Acara hari itu diisi dengan Fun Walk & Bike, Kulineran Sehat, pemberian donasi, flash mob, makan gorengan bersama, talk show, hiburan dan doorprize. Bantolo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *