Daging kerbau impor. (Ist).

Impor Daging Kerbau 100 Ribu Ton Perlu Ditinjau Ulang

Agrofarm.co.id-Dewan Pimpinan Pusat Perhimpunan Peternak Sapi dan Kerbau Indonesia (PPSKI) menolak rencana Pemerintah melalui Bulog mengimpor daging kerbau di tahun 2018 sebanyak 100 ribu ton dari India. Terbukti bahwa kebijakan impor daging kerbau di tahun lalu bagi peternak rakyat lebih banyak mudaratnya daripada manfaatnya.

Ketua Umum DPP PPSKI Teguh Boediyana mengatakan, apabila Pemerintah beranggapan bahwa harga daging sapi lokal terlalu mahal, hal ini akibat kesalahan pemerintah sendiri. Pertama, akibat kegagalan pemerintah mewujudkan swasembada daging sapi mulai era pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

“Program Swasembada Daging Sapi 2010 dan dilanjut Program Swasembada Daging Sapi 2014 telah gagal. Implikasinya adalah 50 persen pemenuhan daging sapi atau sekitar setara 250 ribu ton harus diimpor,” ujar Teguh dalam keterangan resminya, Senin (22/1/2018).

Kedua, kegagalan Pemerintah untuk mempertahankan nilai tukar rupiah terhadap dollar. Apabila nilai tukar rupiah terhadap Dollar Amerika Serikat masih pada kisaran dibawah Rp. 12.000, dipastikan harga daging bisa dibawah Rp 80 ribu per kilogram (kg).

Ketiga, pengelolaan dana APBN yang jumlahnya lebih dari Rp 18 triliun sejak era Menteri Pertanian Anton Apriantono selama ini digunakan untuk program Swasembada daging sapi tidak efektif.

“Jadi sangatlah tidak adil kegagalan pemerintah sekarang ditimpakan kepada peternak sapi dan kerbau lokal dengan mengimpor daging murah. Selain itu, kebijakan impor daging ruminansia dari negara atau zona yang belum bebas Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) bertentangan dengan Putusan Mahkamah Konstitusi,” terangnya.

Teguh meminta pemerintah untuk meninjau kembali rencana importasi daging kerbau karena ini jelas distortif pada peternakan sapi lokal.

“Dipastikan pula bahwa kebijakan impor daging kerbau dianggap murah ini sangat kontradiktif dengan target swasembada daging sapi pada tahun 2024,” pungkasnya. Bantolo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *