Beranda Sawit 2018, Asian Agri Targetkan Kemitraan Petani Swadaya 40.000 Ha

2018, Asian Agri Targetkan Kemitraan Petani Swadaya 40.000 Ha

BERBAGI
Freddy Widjaya, Direktur Asian Agri (tengah) bersama petani kelapa sawit binaan perusahaan.

Agrofarm.co.id – PT Asian Agri menargetkan pada tahun 2018 membangun kemitraan dengan petani swadaya seluas 40.000 hektar (ha). Hingga akhir tahun 2016, kemitraan Asian perusahaan dengan petani swadaya mencapai 24.500 hektar yang tersebar di Sumatera Utara, Riau dan Jambi.

Freddy Widjaya, Direktur Asian Agri mengungkapkan, peran petani sangat penting terhadap Asian Agri karena 50% produksi sawit berasal dari mitra-mitra perusahaan yakni petani plasma dan swadaya. “Untuk itu, perusahaan terus melakukan pembinaan melalui pemberian bimbingan teknis budidaya sawit dan pengembangan koperasi petani,” terang Freddy di Jakrta, Selasa (06/6/2017).

Selain itu, katanya, sejak tahun 2013 hingga kini perusahan juga memberikan premi kepada petani sawit binaan Asian Agri. Belum lagi kegiatan sosial yang dilakukan perusahaan melalui bidang pendidikan, kesehatan, membangun infrastruktur jalan dan jembatan serta pembangunan tempat ibadah.

Dia mengatakan, sejak tahun 2012 Asian Agri meluncurkan program pendampingan petani swadaya. Awalnya pendampingan hanya 2.800 hektar, namun hingga kini diperkirakan sudah mencapai 24.500 ha.

Menurutnya, banyak manfaat yang diperoleh petani swadaya bermitra dengan Asian Agri. Produktivitas sawitnya meningkat dan adanya perbaikan harga tandan buah segar (TBS) di tingkat petani. “Petani pun mempunyai akses penjualan langsung ke peerusahaan tanpa melalui tengkulak,” ujar Freddy.

Adapaun luas lahan kemitraan Asian Agri dengan petani plasma sebesar 60.000 ha dan petani swadaya seluas 24.500 ha. Asian Agri pada April 2017 telah meluncurkan program One to One Commitmen. “Perusahaan berkomitmen bahwa setiap lahan yang dioperasikan perusahaan inti akan didampingi oleh satu hektar lahan kemitraan baik itu petani plasma maupun swadaya,” jelas Freddy.

Dia menargetkan, tahun 2018 akan mencapai 100.000 ha yakni petani plasma 60.000 ha dan 40.000 ha petani swadaya. Dia mencatat hingga Mei tahun ini mencapai 28.000 ha, dan targetnya hingga akhir tahun bisa mencapai 40.000 ha.

“Ini merupakan satu-satunya komitmen kemitraan yang ada di perkebunan sawit Indonesia. Asian Agri tidak akan berhenti pada ini saja, karena akan terus mendampingi petani swadaya dalam jumlah yang besar lagi,” tuturnya.

Dia menambahkan, tahun ini petani plasma sudah mencapai 100% sertifikasi Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO), sebelumnya tahun 2014 sudah meraih 100% sertifikasi International Sustainability & Carbon Certification (ISCC). Kemudian disusul pada April lalu petani swadaya binaan Asian Agri memperolah sertifikasi Indonesia Sustainable Palm Oil (ISPO) pertama di Indonesia. Beledug Bantolo